Rupiah Dibuka Perkasa saat USD Keok Lawan Euro dan Yen

Rabu, 22 Februari 2017 - 10:07 WIB
Rupiah Dibuka Perkasa...
Rupiah Dibuka Perkasa saat USD Keok Lawan Euro dan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini akhir mampu sedikit bernafas setelah beberapa hari tertekan. Rupiah hari ini dibuka menguat di tengah melemahnya USD terhadap beberapa mata uang dunia karena menunggu hasil pertemuan The Fed.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.356/USD. Posisi ini menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.370/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat jauh membaik ke level Rp13.352/USD dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.380/USD.

Data Bloomberg pagi ini juga dibuka menguat di level Rp13.362/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.372/USD. Bahkan, pada pukul 10.00 WIB bergerak semakin menguat ke level Rp13.356/USD dengan pergerakan harian rupiah berada di kisaran level Rp13.344-Rp13.365/USD.

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini dibuka mendatar di level Rp13.370/USD dari posisi kemarin di level Rp13.369. Namun, pada pukul 10.02 WIB bergerak menguat ke level Rp13.355/USD dengan pergerakan harian berada di level Rp13.331-Rp13.370/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/2/2017), USD turun tipis di perdagangan Asia karena investor menunggu pertemuan terakhir Federal Reserve sebagai petunjuk laju kenaikan suku bunga, sementara euro tetap tertekan oleh kondisi politik Eropa.

The Fed akan merilis dan menjadi fokus utama investor, karena mereka bisa memperkuat atau melemahkan terkait komentar hawkish terbaru dari para pembuat kebijakan bank sentral.

USD melemah 0,1% terhadap yen ke level 113,56, merayap jauh dari puncaknya di posisi 114,955. "USD didorong oleh pembicaraan Fed, tapi terbalik dan cukup berat di sesi Asia, karena ada beberapa faktor termasuk repatriasi musiman perusahaan Jepang," kata Mitsuo Imaizumi, kepala strategi mata uang di Daiwa Securities di Tokyo.

Euro terhadap USD juga naik 0,1% ke level 1,0547 setelah tergelincir ke posisi rendah di level 1,0526 semalam. Euro tetap tertekan oleh kekhawatiran pasar tentang anti-Uni Eropa dari kandidat presiden Prancis Marine Le Pen menjelang putaran pertama pemilihan Prancis pada 23 April.

Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, terakhir turun sedikit di posisi 101,35 setelah mencapai level tertinggi dalam enam hari di posisi 101,600.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
53 menit yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
1 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
3 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved