Sri Mulyani Singgung Efektivitas Pengelolaan Anggaran Pemda

Kamis, 23 Februari 2017 - 17:30 WIB
Sri Mulyani Singgung...
Sri Mulyani Singgung Efektivitas Pengelolaan Anggaran Pemda
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong kualitas pengelolaan anggaran pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan. Pasalnya efektivitas pengelolaan anggaran di daerah menjadi salah satu penentu laju pengentasan kemiskinan dan ketimpangan kesejahteraan.

“Saya mengajak banyak sekali pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pengelolaan anggaran melalui pelayanan publik yang baik yaitu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan,” ujar dia saat memberikan sambutan peluncuran laporan ketimpangan Menuju Indonesia yang Setara oleh Oxfam In Indonesia dan di Hotel Aryaduta Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Menurutnya alokasi dana transfer ke daerah tahun ini sudah lebih besar daripada alokasi untuk belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) negara. Pagu belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 adalah Rp2.080,5 triliun.

Alokasi untuk pemerintah pusat Rp1.315 triliun yang terdiri dari belanja non kementerian dan lembaga negara senilai Rp552 triliun serta belanja kementerian dan lembaga negara senilai Rp763 triliun. Adapun alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa Rp764,9 triliun. Dana desa sendiri alokasinya adalah Rp60 triliun.

“Porsi belanja antara pemerintah dengan pemerintah daerah sudah sama. Sebab itu intervensi kebijakan fiskal pemerintah menjadi penting bagi pemerintah daerah,” tandasnya.

Dengan proporsi semacam itu, risiko kualitas belanja negara mulai bergeser ke pemerintah daerah sehingga perlu intervensi sejak dini dari pemerintah. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah membuat formula dana transfer berbasis disiplin kinerja.

Disamping itu pihaknya juga mengajak Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Organisation/NGO) bersama-sama mengawasi supaya pengelolaan anggaran di daerah lebih efisien dan efektif guna mencapai pengentasan kemiskinan dan ketimpangan kesejahteraan.

Dia mengatakan periode 2013-2015 penurunan kemiskinan merosot cukup tajam dengan angka kemiskinan sekarang masih sekitar 10%. Kantong kemiskinan Indonesia terkonsentrasi di daerah pedesaan tersebar di pulau-pulau di luar Jawa terbesar berada di Papua dan Maluku. Ketimpangan itu cukup besar jika dibandingkan di Pulau Jawa.

“Paling tidak presiden dan seluruh kabinet mengenali bahwa masalah ketimpangan ini merupakan masalah utama bukan hal yang bisa dikesampingkan. Masalah ini menjadi pusat perhatian kebijakan pemerintah,” paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
17 menit yang lalu
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
11 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
11 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
11 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
12 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Anggaran yang...
Daftar Anggaran yang Dipangkas Prabowo, Tak Sentuh Bansos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved