Rupiah Awal Pekan Melemah di Tengah Kebangkitan USD

Senin, 27 Februari 2017 - 10:28 WIB
Rupiah Awal Pekan Melemah...
Rupiah Awal Pekan Melemah di Tengah Kebangkitan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan dibuka melemah, ketika akhir pekan kemarin sempat memberikan sinyal positif. Penyusutan mata uang Garuda -julukan rupiah- di tengah mulai membaiknya USD terhadap beberapa mata uang dunia lainnya.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.339/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.336/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah justru terlihat menguat pada sesi pagi hari ini di level Rp13.334/USD. Posisi rupiah membaik dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.340/USD.

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini menyusut ke level Rp13.329/USD dari posisi kemarin di level Rp13.296/USD. Pergerakan harian berada di kisaran level Rp13.327-Rp13.356/USD.

Data Bloomberg pagi ini juga dibuka melemah di level Rp13.335/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.331/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak sedikit turun pada kisaran level Rp13.335-Rp13.346/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/2/2017) USD menarik diri dari posisi terendah dalam dua pekan saat melawan yen. Meski begitu mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- dinilai kurang momentum saat investor menanti pidato Presiden AS Donald Trump untuk mendapatkan pentunjuk terkait reformasi pajak.

Trump bakal membuat kebijakan utama pertamanya kepada kongres, tengah pekan ini yang diharapkan dapat menyertakan beberapa rincian terkait rencana pemangkasan pajak dan biaya untuk infrastruktur. Beberapa pelaku pasar khawatir bahwa kurangnya rincian dapat mengecewakan investor dan menekan USD.

Tercatat pada sesi pagi USD mengalami kenaikan 0,1% menjadi 112.04 melawan yen, setelah sebelumnya jatuh pada posisi terendah 111.925 di akhir pekan kemarin. Sedangkan euro stabil pada level USD1.0562, tertekan kekhawatiran tentang pemilu di Prancis dan poundsterling tergelincir mencapai 0,4% ke level 1.2419 terhadap USD.

Indeks dolar, yang melacak terhadap enam mata uang utama memanfaatkan pelemahan pounds dan berangsur naik 0,1% ke level 101.15.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
23 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
3 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved