Dirumahkan, Serikat Pekerja Freeport Ngadu ke Menaker

Senin, 27 Februari 2017 - 19:29 WIB
Dirumahkan, Serikat...
Dirumahkan, Serikat Pekerja Freeport Ngadu ke Menaker
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri hari ini menerima kedatangan Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Freeport Indonesia. Kedatangan mereka mengeluhkan nasib pasca terhentinya operasi Freeport, akibat belum adanya titik temu dengan pemerintah soal status kontrak perusahaan tersebut.

‎Ketua Umum Pimpinan Pusat SPKEP SPSI, R Abdullah mengatakan, pihaknya akan melaporkan perkembangan terakhir terhadap Kementerian Tenaga Kerja akibat tertundanya kesepakatan dengan pemerintah. Sebab, sebagian di antara mereka sudah dirumahkan.

"Berkenaan dengan ketenagakerjaan yang terjadi terhadap keluarga besar SPKEP SPSI Freeport, akibat tertundanya pelaksanaan agreement antara pemerintah pusat dan PTFI yang berdampak terhadap keresahan bagi para pekerja, khususnya kontraktor yang hari ini sebagian sudah diakhiri hubungan kerjanya dan sebagian besar dirumahkan,"ujarnya di kantor Kemenaker, Jakarta, Senin (27/2/2017).

Dia berharap, pemerintah bisa mencarikan solusi untuk permasalahan tersebut serta memastikan agar pekerja tetap tenang bekerja sambil menunggu proses negosiasi antara pemerintah dan Freeport.

"‎Kami minta petunjuk Menaker untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif. Dengan harapan proses negosiasi, pekerja tetap dipekerjakan dan mendapat haknya baik yang normatif maupun non-normatif, dan ada ketenangan kerja," imbuhnya.

‎Abdullah menyebutkan, jumlah pekerja Freeport mencapai 32.000 orang dengan rincian tenaga kerja organik 12.000 orang dan pendukungnya 20.000 orang. Penghentian produksi oleh Freeport, kata dia, berpotensi membuat 60% tenaga kerja Freeport dirumahkan.

"‎Akibat produksi yang relatif terhenti, dan sebagian hanya 40% produk dengan demikian konsekuensi logisnya adalah secara bertahap anak-anak yang dirumahkan sekitar 60% dari jumlah yang ada, baik kontraktor dan privatisasi PTFI," tuturnya.

Dia mengaku tidak mau ikut campur mengenai apapun yang menjadi kewajiban Freeport terkait perubahan kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Hanya saja, Abdullah berharap para pekerja yang telah bekerja hampir 50 tahun di perusahaan tersebut tidak jadi korban.

"‎Kita akan memberikan dukungan penuh apapun yang terbaik bagi bangsa, bagi Freeport, apa yang terbaik buat mereka. Catatan yang penting jangan korbankan kaum pekerja yang sudah mengabdikan diri untuk Freeport. Karena sudah 40 tahun sampai 50 tahun lalu mereka sudah berjerih payah di Freeport. Jadi jangan karena hal ini mereka jadi korban," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Telan Anggaran Rp42...
Telan Anggaran Rp42 Triliun, Smelter Freeport di Gresik Serap 40 Ribu Tenaga Kerja
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Freeport Indonesia Buka...
Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja, Cek Formasi dan Syaratnya
Lowongan Kerja Terbaru...
Lowongan Kerja Terbaru Freeport Indonesia 2025, Penempatan Jakarta
Semringah, Jokowi Sebut...
Semringah, Jokowi Sebut 99% Pekerja Tambang Freeport Merupakan Orang Indonesia
Mengenal 7 Jurusan IPS...
Mengenal 7 Jurusan IPS yang dibutuhkan PT Freeport Indonesia
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
29 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved