Rupiah Dibuka Menyusut Saat USD Stabil
Selasa, 28 Februari 2017 - 10:42 WIB
Rupiah Dibuka Menyusut Saat USD Stabil
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka melemah, untuk melanjutkan tren negatif sejak awal pekan kemarin. Penyusutan mata uang Garuda di akhir bulan Februari terjadi saat USD bergerak stabil terimbas stimulus ekonomi pemerintah.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.347/USD. Posisi ini memburuk dari dibandingkan kemarin yang berada di level Rp13.339/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga terlihat masih berada di bawah tekanan pada posisi Rp13.358/USD. Sesi pagi ini, rupiah tidak kunjung membaik dibanding penutupan sebelumnya Rp13.335/USD.
Data Bloomberg pagi ini memperlihatkan rupiah dibuka melemah di level Rp13.355/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.341/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran level Rp13.341-Rp13.355/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini juga dibuka menyusut tipis di level Rp13.339/USD dari posisi kemarin di level Rp13.336/USD. Rupiah kehilangan tiga poin dengan kisaran harian di level Rp13.338-Rp13.362/USD.
Sementara seperti dilansir Reuters, Selasa (28/2/2017) dolar terlihat stabil pada awal perdagangan, seteleh Presiden AS Donald Trump menegaskan bakal memberikan stimulus dan berusaha meningkatkan anggaran kepada Pentagon. Dalam pengajuan anggaran pertama, dana untuk keamanan AS disiapkan sekitar USD54 miliar.
Indeks USD terhadap beberapa mata uang utama memperpanjang tren penguatan, meski dengan peningkatan tidak terlalu besar yakni naik 0,1% di level 101.170 setelah sempat pada sesi sebelumnya tertahan di posisi 100.690. Sedangkan greenback terlihat stabil terhadap yen di level 112.730 atau bertambah 0,7%.
Di sisi lain euro lebih rendah pada posisi 1.0583 ketika melawan USD. Pounds juga mengalami sedikit perubahan di level 1.2442 terhadap USD, ketika kekhawatiran tentang masa depan di Inggris semakin mencuat setelah meninggalkan Uni Eropa. Dolar Australia dan Selandia Baru sedikit diubah di level 0.7675 dan 0.7186 untuk masing-masing terhadap USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.347/USD. Posisi ini memburuk dari dibandingkan kemarin yang berada di level Rp13.339/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga terlihat masih berada di bawah tekanan pada posisi Rp13.358/USD. Sesi pagi ini, rupiah tidak kunjung membaik dibanding penutupan sebelumnya Rp13.335/USD.
Data Bloomberg pagi ini memperlihatkan rupiah dibuka melemah di level Rp13.355/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.341/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran level Rp13.341-Rp13.355/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini juga dibuka menyusut tipis di level Rp13.339/USD dari posisi kemarin di level Rp13.336/USD. Rupiah kehilangan tiga poin dengan kisaran harian di level Rp13.338-Rp13.362/USD.
Sementara seperti dilansir Reuters, Selasa (28/2/2017) dolar terlihat stabil pada awal perdagangan, seteleh Presiden AS Donald Trump menegaskan bakal memberikan stimulus dan berusaha meningkatkan anggaran kepada Pentagon. Dalam pengajuan anggaran pertama, dana untuk keamanan AS disiapkan sekitar USD54 miliar.
Indeks USD terhadap beberapa mata uang utama memperpanjang tren penguatan, meski dengan peningkatan tidak terlalu besar yakni naik 0,1% di level 101.170 setelah sempat pada sesi sebelumnya tertahan di posisi 100.690. Sedangkan greenback terlihat stabil terhadap yen di level 112.730 atau bertambah 0,7%.
Di sisi lain euro lebih rendah pada posisi 1.0583 ketika melawan USD. Pounds juga mengalami sedikit perubahan di level 1.2442 terhadap USD, ketika kekhawatiran tentang masa depan di Inggris semakin mencuat setelah meninggalkan Uni Eropa. Dolar Australia dan Selandia Baru sedikit diubah di level 0.7675 dan 0.7186 untuk masing-masing terhadap USD.
(akr)