KTP Elektronik Bantu Tekan NPL Perusahaan Pembiayaan

Selasa, 28 Februari 2017 - 22:13 WIB
KTP Elektronik Bantu...
KTP Elektronik Bantu Tekan NPL Perusahaan Pembiayaan
A A A
JAKARTA - Penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau dikenal e-KTP bagi perusahaan pembiayaan menjadi sebuah keharusan dalam meningkatkan akurasi data pelanggan. Di mana data calon nasabah dapat terlihat sehingga mempermudah sistem verifikasi perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) Astra Credit Companies (ACC), Jodjana Jody mengemukakan, dengan sistem data yang akurat pada e-KTP diyakini dapat menekan kredit bermasalah atau NPL (non-performing loan). Hal ini karena data calon nasabah dapat terdeteksi secara dini.

"Apakah data mereka benar atau layak mendapatkan kredit? Ini dapat diketahui oleh petugas kami dengan cepat. Kami sebagai perusahaan pembiayaan ingin memberikan kenyamanan kepada pelanggan," ujarnya, usai penandatangani kerja sama penggunaan data NIK KTP dengan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (28/2/2017).

"Sesuai dengan misi kami, To Promote Credit for A Better Living, di mana perseroan ingin memberikan kehidupan yang lebih baik melalui kredit. Kami tidak ingin kredit yang diberikan justru menjadi beban bagi mereka," ujarnya,

Jody memastikan pemberlakukan KTP elektronik tidak mempersulit calon nasabah. Sebaliknya, justru mempermudah calon pelanggan yang memang mereka benar-benar siap melakukan kredit. Mereka tidak perlu waswas lagi menunggu lama, apakah pengajuan kreditnya dikabulkan atau tidak. Semua dapat diinformasikan lebih cepat.

"Penggunaan e-KTP mereduksi sekitar 8 jam proses administrasi kredit atau mengurangi sehari. Dengan menggunakan card reader dalam e-KTP tidak mungkin ada duplikasi data. Karena nomor dan data masyarakat sudah terekam semua," ungkapnya.

Dia menuturkan, saat ini banyak nasabah perbankan yang bermasalah beralih ke layanan non-perbankan dengan modus yang sama. "Untuk sistem di bank sudah berjalan. Jika nasabah itu sudah masuk dalam daftar buku hitam atau kredit macet mereka sudah tidak bisa ngapa-ngapain. Untuk mendapatkan layanan perbankan kembali mereka harus menunggu 5 tahun. Nah, di antara mereka ada yang beralih ke layanan keuangan non-perbankan dengan modus yang sama. Hal ini yang perlu diantipasi," bebernya.

Hingga saat ini data pelanggan ACC sudah mencapai 1,3 juta. Di mana pelanggan yang aktif sebanyak 500 ribu nasabah. "Tahun lalu kita sudah memberlakukan penggunaan KTP elektronik, tercatat sudah ada 180 ribu costumer. Tahun ini ditargetkan sekitar 200 ribu costumer," tandas Jody.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembuktian Kinerja Astra...
Pembuktian Kinerja Astra Credit Companies sebagai Perusahaan Pembiayaan
Engga Cuma Pembiayaan...
Engga Cuma Pembiayaan Haji, Perusahaan Ini Juga Berikan Pendampingan
ACC Beri Penghargaan...
ACC Beri Penghargaan untuk Pelanggan Terbaik
ACC Dinobatkan sebagai...
ACC Dinobatkan sebagai Best Company to Work for in Asia
ACC Luncurkan Mobile...
ACC Luncurkan Mobile Branch, Tingkatkan Pembiayaan di 2026
ACC Luncurkan ACC Danaku...
ACC Luncurkan ACC Danaku di GIIAS 2025, Solusi Finansial Semua Kebutuhan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved