Rupiah Diramal Balik Menguat di Awal Maret
Rabu, 01 Maret 2017 - 09:07 WIB
Rupiah Diramal Balik Menguat di Awal Maret
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah meski secara tren belum dapat keluar dari tren sideways nya, namun mulai adanya penguatan yang didukung sentimen yang ada dapat berimbas positif pada keberlanjutan penguatan nilai tukar rupiah. Diperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.380/USD dan resisten Rp13.296/USD.
"Kami harapkan laju rupiah dapat kembali menguat serta didukung oleh positifnya rilis data-data makro baik dari internal maupun eksternal. Namun demikian, tetap cermati berbagai sentimen yang dapat berpengaruh pada berubahnya rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (1/3/2017).
Sementara, laju rupiah kemarin bergerak variatif sepanjang intraday perdagangan seiring respons pelaku pasar terhadap pemberitaan yang ada. Jelang awal bulan, pelaku pasar biasanya cenderung menahan diri untuk mengantisipasi rilis data-data ekonomi yang diperkirakan akan kurang baik namun, untuk kali ini tampaknya sikap pelaku pasar tidak terlalu bersikap negatif.
Kemungkinan rilis inflasi nantinya akan diperkirakan membaik dari sebelumnya sehingga tidak akan sampai menekan rupiah. "Di sisi lain, jelang pidato Presiden Trump tampaknya menguatkan laju USD dimana pelaku pasar berharap akan adanya progress pernyataan yang akan disampaikan untuk pemulihan ekonomi AS. Meski laju USD menguat namun, tidak menghalangi kenaikan rupiah," pungkasnya.
"Kami harapkan laju rupiah dapat kembali menguat serta didukung oleh positifnya rilis data-data makro baik dari internal maupun eksternal. Namun demikian, tetap cermati berbagai sentimen yang dapat berpengaruh pada berubahnya rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (1/3/2017).
Sementara, laju rupiah kemarin bergerak variatif sepanjang intraday perdagangan seiring respons pelaku pasar terhadap pemberitaan yang ada. Jelang awal bulan, pelaku pasar biasanya cenderung menahan diri untuk mengantisipasi rilis data-data ekonomi yang diperkirakan akan kurang baik namun, untuk kali ini tampaknya sikap pelaku pasar tidak terlalu bersikap negatif.
Kemungkinan rilis inflasi nantinya akan diperkirakan membaik dari sebelumnya sehingga tidak akan sampai menekan rupiah. "Di sisi lain, jelang pidato Presiden Trump tampaknya menguatkan laju USD dimana pelaku pasar berharap akan adanya progress pernyataan yang akan disampaikan untuk pemulihan ekonomi AS. Meski laju USD menguat namun, tidak menghalangi kenaikan rupiah," pungkasnya.
(akr)