USD Melesat ke Level Tertinggi, Rupiah Dibuka Mendatar
Kamis, 02 Maret 2017 - 10:22 WIB
USD Melesat ke Level Tertinggi, Rupiah Dibuka Mendatar
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka mendatar, atau masih di kisaran level Rp13.360/USD. Mata uang Garuda terlihat belum bisa menghentikan tren negatif, ketika USD melesat mendekati level tertinggi dalam tujuh pekan.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.361/USD. Posisi ini stagnan atau tidak berubah jika dibandingkan kemarin yang berada di level yang sama.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat mulai membaik pada posisi Rp13.368/USD. Sesi pagi ini, rupiah mulai coba menguat dibanding penutupan sebelumnya Rp13.377/USD.
Data Bloomberg pagi ini memperlihatkan rupiah dibuka melemah tipis di level Rp13.367/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.363/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran level Rp13.357-Rp13.368/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini justru menguat sendirian setelah berada pada level Rp13.362/USD, saat posisi kemarin Rp13.367/USD. Rupiah bertambah lima poin dengan kisaran harian di level Rp13.336-Rp13.368/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Kamis (2/3/2017) USD berdiri kokoh mendekat ke posisi terbaik dalam tujuh pekan, usai pejabat Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed mengisyaratkan bakal menaikkan suku bunga acuan bulan. Pernyataan ini meningkatkan daya tarik mata uang AS untuk membuat rupiah tersungkur.
Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama berada pada posisi 101.87. Sebelunya indeks naik ke level 101.97 atau menjadi yang tertinggi sejak 11 Januari.
Sementara pidato Presiden AS Donald Trump yang telah lama ditunggu pada tengah pekan gagal memberikan rincian spesifik mengenai kebijakan ekonomi yang diusungnya. Namun pemotongan pajak secara luas dan kucuran dan USD1 trilun untuk infrastruktur memberikan sentimen positif.
Terhadap mata uang Jepang, tercatat USD meningkat sebesar 0,3%, untuk lebih tinggi dalam dua pekan di posisi 114.16 dibandingkan sebelumnya 114.05. Sedangkan Poundsterling dan dolar Kanada melemah melawan greenback ke tingkat terendah sejak Januari 20.
Pounds tenggelam ke posisi terendah dalam enam pekan di level 1.2881 saat melawan USD, ketika data ekonomi sedikit mengecewakan ditambah kekhawatiran seputar negosiasi Brexit. Selain itu euro juga turun 0,1% terhadap USD menjadi 1.0534, ketika mata uang secara umum anjlok ke level 1.0514 melawan USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.361/USD. Posisi ini stagnan atau tidak berubah jika dibandingkan kemarin yang berada di level yang sama.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat mulai membaik pada posisi Rp13.368/USD. Sesi pagi ini, rupiah mulai coba menguat dibanding penutupan sebelumnya Rp13.377/USD.
Data Bloomberg pagi ini memperlihatkan rupiah dibuka melemah tipis di level Rp13.367/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.363/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran level Rp13.357-Rp13.368/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini justru menguat sendirian setelah berada pada level Rp13.362/USD, saat posisi kemarin Rp13.367/USD. Rupiah bertambah lima poin dengan kisaran harian di level Rp13.336-Rp13.368/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Kamis (2/3/2017) USD berdiri kokoh mendekat ke posisi terbaik dalam tujuh pekan, usai pejabat Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed mengisyaratkan bakal menaikkan suku bunga acuan bulan. Pernyataan ini meningkatkan daya tarik mata uang AS untuk membuat rupiah tersungkur.
Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama berada pada posisi 101.87. Sebelunya indeks naik ke level 101.97 atau menjadi yang tertinggi sejak 11 Januari.
Sementara pidato Presiden AS Donald Trump yang telah lama ditunggu pada tengah pekan gagal memberikan rincian spesifik mengenai kebijakan ekonomi yang diusungnya. Namun pemotongan pajak secara luas dan kucuran dan USD1 trilun untuk infrastruktur memberikan sentimen positif.
Terhadap mata uang Jepang, tercatat USD meningkat sebesar 0,3%, untuk lebih tinggi dalam dua pekan di posisi 114.16 dibandingkan sebelumnya 114.05. Sedangkan Poundsterling dan dolar Kanada melemah melawan greenback ke tingkat terendah sejak Januari 20.
Pounds tenggelam ke posisi terendah dalam enam pekan di level 1.2881 saat melawan USD, ketika data ekonomi sedikit mengecewakan ditambah kekhawatiran seputar negosiasi Brexit. Selain itu euro juga turun 0,1% terhadap USD menjadi 1.0534, ketika mata uang secara umum anjlok ke level 1.0514 melawan USD.
(akr)