Sri Mulyani: Indonesia Banyak Uang tapi Kemiskinan Tetap Ada

Kamis, 02 Maret 2017 - 12:58 WIB
Sri Mulyani: Indonesia...
Sri Mulyani: Indonesia Banyak Uang tapi Kemiskinan Tetap Ada
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, bahwa persoalan kemiskinan di Tanah Air bukan disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintah membiayai kegiatan ekonomi yang ada di daerah. Pasalnya, Indonesia saat ini memiliki banyak uang namun kemiskinan masih tetap saja terjadi.

(Baca Juga: Potret Kemiskinan Indonesia di Mata Sri Mulyani )

Dia menyebutkan, dana desa pada 2017 dinaikkan dari Rp46,9 triliun menjadi Rp60 triliun. Dana tersebut ditransfer ke daerah dan digunakan untuk berbagai macam kegiatan ekonomi di desa, seperti pelatihan bagi pengusaha kecil, pelatihan untuk ibu rumah tangga, hingga edukasi mengenai korporatisasi di daerah.

"Sehingga persoalannya bukan masalah keuangannya. Kalau di negara miskin persoalannya nggak ada duit, oleh karena itu jadi persoalan yang makin rumit untuk memerangi kemiskinan," katanya di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

(Baca Juga: Dana Desa Rp40 T, Sri Mulyani Sebut RI Tertinggal Soal Bangun MCK )

Menurutnya, persoalan di Indonesia adalah kemampuan mengelola sumber daya yang ada untuk memerangi kemiskinan. Sebab, Indonesia sudah memiliki banyak uang, namun masalah kemiskinan tidak bisa teratasi.

"Ujian seperti itu menggambarkan kualitas kita sebagai bangsa. Sudah punya uang, ada masalah nggak bisa menyelesaikan. Itu berarti kualitas kita tidak baik," imbuh dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, dirinya bukan sekali ini saja menjadi Menteri Keuangan. Sepuluh tahun lalu di era pemerintahan Presiden SBY, Sri Mulyani juga pernah dipercaya menjadi Menteri Keuangan.

(Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Ketimpangan RI di Media Asing )

Dia merasakan betul bahwa jumlah uang yang dimiliki Indonesia meningkat pesat. Namun, kualitas perbaikan SDM yang diukur dari pendidikan, kesehatan dan tingkat kemiskinan tidak meningkat pesat seperti dana yang dimiliki Indonesia.

"Oleh karena itu, kita semua baik di pusat dan daerah, kemampuan kita untuk memerangi persoalan kemiskinan dan kesenjangan bukan hanya masalah ada atau tidaknya uang. Bahkan uang kita sekarang makin banyak. Namun tidak selalu berhubungan dengan perbaikan indeks kualitas manusianya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
Sri Mulyani Diminta...
Sri Mulyani Diminta Kembali Menjadi Menteri Keuangan oleh Prabowo Subianto
Pertemuan Menkeu dengan...
Pertemuan Menkeu dengan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran
Tanggapan atas Pandangan...
Tanggapan atas Pandangan DPR terhadap RAPBN 2025
Komisi XI DPR dan Menkeu...
Komisi XI DPR dan Menkeu Bahas Strategi Efisiensi Anggaran 2025
Hindari Wartawan, Menkeu...
Hindari Wartawan, Menkeu Sri Mulyani Dipanggil Menghadap Presiden Jokowi di Istana
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
56 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
9 Negara Menolak Gencatan...
9 Negara Menolak Gencatan Senjata di Gaza, Ada Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved