BI Sosialisasikan Rupiah Baru ke Siswa di Pekalongan

Kamis, 02 Maret 2017 - 23:03 WIB
BI Sosialisasikan Rupiah...
BI Sosialisasikan Rupiah Baru ke Siswa di Pekalongan
A A A
KAJEN - Bank Indonesia (BI) Cabang Tegal bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat SMP dan SMA sederajat se-Pekalongan dan Pemalang, Jawa Tengah, mengenalkan rupiah baru NKRI di Islamic Center Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Kamis (2/3/2017).

Ketua Panitia Asrori, mengatakan, sosialisasi uang baru dan diberikan kepada para siswa SMP, MTs, SMA, MA, SMK se-Kebupaten Pekalongan dan sebagian Kabupaten Pemalang, untuk mengenalkan BI kepada para guru dan siswa setempat. "Juga untuk mengenalkan rupiah baru," katanya.

Menurutnya, sosialisasi rupiah baru dan BI sangat baik untuk menambah pengetahuan siswa dan guru pengajar ekonomi-akuntansi. Selain itu, para siswa maupun guru juga bisa menukarkan rupiah lama dengan rupiah tahun emisi 2016.

"Baru pertama kali dilakukan sosialisasi di sini. Jadi selain bisa menukarkan uang baru NKRI, juga bisa menambah ilmu," katanya.

Sementara itu Manajer Unit Assesment Statistik Survei dan Liason BI Tegal, Febrina, mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk lebih mengenalkan spesimen rupiah tahun emisi 2016. Selain itu juga ciri keasliannya kepada para siswa dan para guru.

"Khususnya guru mata pelajaran ekonomi-akuntansi, jadi mereka bisa lebih mengenal uang NKRI secara lebih spesifik," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga ingin meluruskan isu negatif yang belakangan beredar di masyarakat, yakni terkait logo dan gambar yang tertera pada spesimen uang baru. Dia menegaskan, BI tidak berafiliasi kepada partai politik (parpol), maupun organisasi apapun.

"Di sini kami tegaskan bahwa BI tidak berafiliasi dengan parpol, tokoh agama, organisasi atau pihak manapun dalam menampilkan atribut yang tertera pada spesimen uang baru itu," tandasnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, sosialisasi tersebut juga mengenalkan tugas-tugas Bank Indonesia selaku bank sentral. Sebab, masih banyak yang belum mengetahui terkait hal itu. "Jadi baik siswa maupun guru terutama ekonomi-akuntansi bisa mengetahui tugas-tugas bank sentral," terangnya.

Asisten Manager BI Tegal, Bambang Anggoro, mengakui, masih banyaknya masyarakat yang belum sepenuhnya memahami dan mengetahui spesimen serta karakteristik rupiah baru. Sehingga masih banyak masyarakat yang lebih memilih bertransaksi dengan rupiah lama.

"Jadi masih banyak yang lebih memilih menggunakan rupiah lama. Sebab banyak yang belum mengetahuinya. Tapi kalau di wilayah Tegal-Pekalongan, alhamdulilah sudah banyak masyarakat yang mengenal uang baru ini," katanya.

Menurutnya, jika masyarakat sudah mengenal dan memahami spesimen rupiah baru tersebut, peredaran uang NKRI tersebut akan lebih maksimal. "Jika masyarakat sudah mengenal dan memahami karakteristiknya, maka peredaran uang NKRI di masyarakat akan lebih baik dan maksimal," tambahnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
8 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
9 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
9 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
9 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
10 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved