Rupiah Diperkirakan Masih Sulit Bangkit Menguat
Jum'at, 03 Maret 2017 - 09:15 WIB
Rupiah Diperkirakan Masih Sulit Bangkit Menguat
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah diperkirakan masih dalam skenario untuk bergerak melemah, seiring adanya sentimen penguatan laju dolar Amerika Serikat (USD) pasca merespons pidato Presiden AS Donald Trump di hadapan kongres. Dalam pidatonya, Trump menitikberatkan pada upaya perbaikan ekonomi AS untuk kembali pulih.
Meski dinilai tidak begitu detil namun, cukup memberikan optimisme akan kinerja pemerintahan AS di bawah Presiden Trump. "Adanya sentimen positif dari adanya kesepakatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan instansi terkait dengan pemerintah Arab Saudi tampaknya tidak terlalu berpengaruh untuk membuat Rupiah menguat," jelas Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Lebih lanjut dia menerangkan tetap cermati dan antisipasi berbagai sentimen yang dapat berpengaruh pada berubahnya Rupiah. Diperkirakan Rupiah sendiri akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.382/USD dan resisten Rp13.278/USD. "Meski demikian, peluang tersebut tampaknya masih akan tertahan dimana imbas terapresiasinya USD masih mendominasi. Namun demikian, jikapun Rupiah melemah maka kami harapkan dapat lebih terbatas," paparnya.
Sementara kemarin pergerakan laju Rupiah masih cenderung berada dalam tren sidewaysnya namun, sempat di tengah-tengah sesi mengalami kenaikan melampaui garis resisten yang kami buat sebelum akhirnya kembali ke zona merah. Adanya penguatan tersebut setidaknya dapat memberikan peluang akan adanya kenaikan agar Rupiah dapat keluar dalam tren mendatarnya.
Rupiah diyakini masih belum dapat keluar dari tren sideways nya. Pelemahan yang terjadi pun masih dalam kisaran terbatas. Namun demikian, perlu dicermati berbagai sentimen yang ada terutama imbas dari penguatan USD pasca merespons pidato dari Presiden Trump dan kurang adanya imbas dari rilis inflasi yang dinilai lebih baik dari bulan sebelumnya.
Meski dinilai tidak begitu detil namun, cukup memberikan optimisme akan kinerja pemerintahan AS di bawah Presiden Trump. "Adanya sentimen positif dari adanya kesepakatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan instansi terkait dengan pemerintah Arab Saudi tampaknya tidak terlalu berpengaruh untuk membuat Rupiah menguat," jelas Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Lebih lanjut dia menerangkan tetap cermati dan antisipasi berbagai sentimen yang dapat berpengaruh pada berubahnya Rupiah. Diperkirakan Rupiah sendiri akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.382/USD dan resisten Rp13.278/USD. "Meski demikian, peluang tersebut tampaknya masih akan tertahan dimana imbas terapresiasinya USD masih mendominasi. Namun demikian, jikapun Rupiah melemah maka kami harapkan dapat lebih terbatas," paparnya.
Sementara kemarin pergerakan laju Rupiah masih cenderung berada dalam tren sidewaysnya namun, sempat di tengah-tengah sesi mengalami kenaikan melampaui garis resisten yang kami buat sebelum akhirnya kembali ke zona merah. Adanya penguatan tersebut setidaknya dapat memberikan peluang akan adanya kenaikan agar Rupiah dapat keluar dalam tren mendatarnya.
Rupiah diyakini masih belum dapat keluar dari tren sideways nya. Pelemahan yang terjadi pun masih dalam kisaran terbatas. Namun demikian, perlu dicermati berbagai sentimen yang ada terutama imbas dari penguatan USD pasca merespons pidato dari Presiden Trump dan kurang adanya imbas dari rilis inflasi yang dinilai lebih baik dari bulan sebelumnya.
(akr)