Rupiah Dibuka Ambruk, Laju Penguatan USD Stabil

Jum'at, 03 Maret 2017 - 10:22 WIB
Rupiah Dibuka Ambruk,...
Rupiah Dibuka Ambruk, Laju Penguatan USD Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (3/3/2017) dibuka semakin terpuruk, ketika penguatan mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- tidak terbendung. Sentimen penguatan laju USD pasca merespons pidato Presiden AS Donald Trump di hadapan kongres yang menitikberatkan pada upaya perbaikan ekonomi AS untuk kembali pulih.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.375/USD. Posisi ini menyusut dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.361/USD.

Sementara posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini menunjukkan pelemahan pada level Rp13.367/USD atau tidak lebih baik dari sebelumnya di level Rp13.355/USD. Pergerakan harian mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran level Rp13.355-Rp13.397/USD.

Di sisi lain menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah semakin tidak berdaya di posisi Rp13.398/USD. Kondisi rupiah memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.370/USD.

Data Bloomberg pagi ini, rupiah juga dibuka melemah di level Rp13.365/USD dengan kisaran harian Rp13.365-Rp13.397/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih anjlok dibandingkan kemarin Rp13.357/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD bergerak stabil untuk menjaga tren penguatan selama sepekan seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau The Fed kemungkinan bisa menaikkan suku bunga acuan di bulan ini. Indeks USD yang pengukur greenback terhadap beberapa mata uang utama lain mengalami penurunan 0,1% di level 102.140, tetapi dalam padangan dari sesi sebelumnya lebih tinggi dari 102.260.

Melawan yen, USD sedikit lebih rendah pada level 114.35 setelah kemarin mendekati posisi terbaiknya yakni 114.595, atau tertinggi sejak 15 Februari. Selama satu pekan, USD mendapatkan tambahan lebih dari 2% saat melawan yen.

Euro juga meningkat 0,1% menjadi 1.0512 terhadap USD, setelah jatuh cukup dalam pada sesi semalam 1.0495 dalam jalur terendah sejak 11 Januari. Sedangkan selama sepakan telah mengalami pelemahan sebesar 0,5%. Dolar Australia tergelincir pada level 0.7570 di bawah tekanan harga minyak yang sedang merosot seiring penguatan mata uang AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
19 menit yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
39 menit yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
1 jam yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
2 jam yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
2 jam yang lalu
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
2 jam yang lalu
Infografis
Pendaftaran KIP Kuliah...
Pendaftaran KIP Kuliah untuk Seleksi Mandiri 2023 Dibuka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved