Stok Langka, Kemenperin Pentingkan Impor Garam Ketimbang Cabai

Jum'at, 03 Maret 2017 - 18:17 WIB
Stok Langka, Kemenperin...
Stok Langka, Kemenperin Pentingkan Impor Garam Ketimbang Cabai
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, lebih penting untuk mengimpor garam dari pada bawang atau cabai. Sebab, manfaatnya lebih banyak, tak sekadar hanya bahan baku makanan.

Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Sudarto mengatakan, pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dalam menangani kelangkaan garam. Salah satunya dengan impor tersebut.

"Perlu antisipasi segera impor bahan baku yang vital untuk konsumsi. Lebih penting garam dari bawang dan cabai karena untuk kesehatan juga," ujarnya di Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Darto menjelaskan, produsen garam lebih banyak yang masuk ke industri skala kecil. Namun mereka sudah mengamankan bahan baku. (Baca: Kemenperin Ungkap Penyebab Garam Langka )

"Produsen itu ada 366 skala kecil, yang besar 19, seperti Kalimantan, Maluku untuk industri besar. Kalau kecil, bahan baku setempat sudah diamankan," katanya.

Menurut Darto, konsumen dan pedagang selalu mengamankan stok garam untuk mengantisipasi kelangkaan. Mereka sudah bisa memperkirakan ketika akan terjadi kelangkaan.

"Kita harus mengamankan garam beryodium. Karena kita enggak tahun kalau enggak ada garam. Kemarin dengar rekomendasi, sudah kelura garam. Paling cepat akan masuk satu bulan. Kita amankan untuk akhir April, Mei, dan Juni," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kejagung Tetapkan 4...
Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Impor Garam Industri
Dugaan Korupsi Impor...
Dugaan Korupsi Impor Garam, Ini Tanggapan Kemenperin
Modus 4 Tersangka Pejabat...
Modus 4 Tersangka Pejabat Kemenperin dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor Garam
Kejagung Kembali Tetapkan...
Kejagung Kembali Tetapkan Satu Tersangka Kasus Korupsi Impor Garam
Kemenperin Serap Garam...
Kemenperin Serap Garam Lokal 1,5 Juta Ton di 2021
Impor Bahan Baku Industri...
Impor Bahan Baku Industri Bakal 'Dipaksa' Turun Mencapai 35%
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
10 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
35 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Infografis
3 Mineral Langka Ukraina...
3 Mineral Langka Ukraina Termahal Ingin Direbut Paksa AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved