Rupiah Diramal Dapat Lanjutkan Penguatan
Selasa, 07 Maret 2017 - 09:32 WIB
Rupiah Diramal Dapat Lanjutkan Penguatan
A
A
A
JAKARTA - Penguatan laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dapat membuka peluang pembalikan arah dari rupiah untuk dapat melanjutkan kenaikannya.
"Kami harapkan kondisi ini dapat terjaga sehingga dapat mengkonfirmasi penguatan lanjutan tersebut. Tetap cermati dan antisipasi berbagai sentimen yang dapat berpengaruh pada berubahnya arah pergerakan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (7/3/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran support di level Rp13.385/USD dan resisten Rp13.327/USD.
Sementara, harapan terhadap imbas pidato The Fed yang tidak akan mengganggu potensi kenaikan laju rupiah tampaknya terwujud. Terlihat sepanjang pergerakan, laju rupiah mampu berada di teritori positif.
Pelemahan USD di kawasan Asia seiring meningkatnya sejumlah mata uang Asia turut berimbas positif pada pergerakan mata uang rupiah meski dibarengisentimen negatif dari Tiongkok yang memangkas proyeksi pertumbuhannya di 2017.
Pemerintah China memangkas target pertumbuhan ekonomi menjadi sekitar 6,5% YoY untuk tahun 2017 dari sebelumnya 6,5-7,0% yoy.
"Bersamaan dengan itu, naiknya laju rupiah juga berbarengan dengan penyelenggaraan KTT IORA yang diharapkan khususnya pada peningkatan investasi asing di Indonesia sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan cadangan devisa Indonesia melalui Penanaman Modal Asing (PMA)," pungkasnya.
"Kami harapkan kondisi ini dapat terjaga sehingga dapat mengkonfirmasi penguatan lanjutan tersebut. Tetap cermati dan antisipasi berbagai sentimen yang dapat berpengaruh pada berubahnya arah pergerakan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (7/3/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran support di level Rp13.385/USD dan resisten Rp13.327/USD.
Sementara, harapan terhadap imbas pidato The Fed yang tidak akan mengganggu potensi kenaikan laju rupiah tampaknya terwujud. Terlihat sepanjang pergerakan, laju rupiah mampu berada di teritori positif.
Pelemahan USD di kawasan Asia seiring meningkatnya sejumlah mata uang Asia turut berimbas positif pada pergerakan mata uang rupiah meski dibarengisentimen negatif dari Tiongkok yang memangkas proyeksi pertumbuhannya di 2017.
Pemerintah China memangkas target pertumbuhan ekonomi menjadi sekitar 6,5% YoY untuk tahun 2017 dari sebelumnya 6,5-7,0% yoy.
"Bersamaan dengan itu, naiknya laju rupiah juga berbarengan dengan penyelenggaraan KTT IORA yang diharapkan khususnya pada peningkatan investasi asing di Indonesia sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan cadangan devisa Indonesia melalui Penanaman Modal Asing (PMA)," pungkasnya.
(ven)