Bikin Gaduh, Freeport Dinilai Sudah Tak Betah di Indonesia

Selasa, 07 Maret 2017 - 21:38 WIB
Bikin Gaduh, Freeport...
Bikin Gaduh, Freeport Dinilai Sudah Tak Betah di Indonesia
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) dinilai sudah tak betah beroperasi di Indonesia. Ciri-cirinya yakni dari kegaduhan yang dibuat dengan pemerintah.

Ekonom Faisal Basri menganalisa langkah Freeport itu, terutama soal jumlah emas yang dihasilkan tambang Papua. Menurutnya data itu ada secara lengkap di laporan keuangan Freeport selaku perusahaan terbuka.

"Analisa saya Freeport memang pengen keluar dari Indonesia, terus emas kita berapa juta ton kan ada laporan di New York Stock Exchange. Kita maksa bikin smelter enggak masalah buat dia," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Daripada uangnya buat membeli 51% saham Freeport yang berisiko, Faisal menyebutkan, lebih baik untuk sejahterakan 40% rakyat Indonesia yang kekayaannya setara empat orang terkaya. Kemungkinan terburuk lain yaitu pemerintah kalah di tangan Freeport di arbitrase internasional.

"Efeknya ke pertumbuhan ekonomi takutnya dibawa ke arbitrase. Force major, rugi kita. Istimewa dia enggak bayar kewajiban, terus misalnya dapat dana fresh USD30 juta," katanya.

Jadi, lanjut dia, buat apa divestasi kalau harga komoditas enggak selalu tinggi, hanya bagi-bagi risiko. Pendapatan pemerintah akan turun jika ini terjadi.

Untuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), Faisal menjelaskan, sebenarnya menguntungkan Freeport. Namun, sayangnya perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut terlanjur tidak betah di Tanah Air.

"IUPK ada untungnya dapat 10 tahun plus 10 tahun tanpa nego. Kemudian dia bayar pajak lebih rendah 25% pajak penghasilan, kalau go public 20%, sekarang 35%. Memang dia sudah enggak tertarik di sini sama seperti Newmont keluar dari Sumba yang beli Pak Arifin," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved