Kredibilitas Sri Mulyani Jatuh Gara-gara Bawahan Tak Lapor LHKPN

Selasa, 14 Maret 2017 - 16:00 WIB
Kredibilitas Sri Mulyani...
Kredibilitas Sri Mulyani Jatuh Gara-gara Bawahan Tak Lapor LHKPN
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merasa kredibilitasnya telah jatuh, lantaran masih didapati ratusan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Padahal sebelumya dirinya telah berjanji kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa Kemenkeu harus 100% menyerahkan LHKPN.

"Sekarang ini kredibilitas saya sedang jatuh karena ada 0,57% yang belum serahkan LHKPN. Saya minta Pak Hadiyanto dan Bu Sum yang 163 kalau dia mutasi, promosi saya bisa maklumi. Saya minta posisisnya di mana," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

(Baca Juga: Data KPK Ungkap 163 Pejabat Kemenkeu Belum Lapor LHKPN )

Dia juga menegaskan agar Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Sekjen Kemenkeu Hadiyanto mencari 163 pejabat di lingkungan Kemenkeu yang belum menyerahkan LHKPN. Tercatat pada tahun lalu, ingkat kepatuhan pejabat di lingkungan Kemenkeu mencapai 99,43%.

Presentase tersebut dirinci dari 72.000 pegawai dan yang wajib menyerahkan LHKPN sebanyak 29.806 atau sebesar 40%. "Itu belum semua yang wajib lapor, sekarang ini yang wajib lapor di Kemenkeu 29.806. Masih ada 163 yang belum. Jadi saya minta tolong ya, ini tolong semua unit pejabat eselon 1 tanya ke eselon 2 lalu tanya ke bawahannya," sambungnya.

Sri Mulyani juga meminta kepada KPK untuk memberikan peringatan kepada pejabat yang masih belum patuh. Bahkan dia tidak segan untuk memberi sanksi kepada para pejabat di Kemenkeu yang belum juga melaporkan harta kekayaannya. "Kalau tidak, ya beri nilai merah. Enggak usah dipromosikan lagi, ditahan saja bahkan kalau perlu ganti saja sampai dia bisa lapor dengan benar," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Resmi Dilantik Jadi...
Resmi Dilantik Jadi Kepala PPATK, Ini Tugas Dian Ediana Rae
PPATK Terima 7.129 Laporan...
PPATK Terima 7.129 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan Sepanjang 2021
Soal Transaksi Janggal...
Soal Transaksi Janggal Rp349 Triliun, PPATK: Kami Tetap Jaga Integritas
PPATK Kantongi 360 Laporan...
PPATK Kantongi 360 Laporan Transaksi Mencurigakan Dugaan Kejahatan Lingkungan
PPATK Serahkan Temuan...
PPATK Serahkan Temuan soal Aliran Uang Narkoba ke Anggota Polri
PPATK Temukan Transaksi...
PPATK Temukan Transaksi Ilegal Rp7,2 Miliar Kasus Investasi Bodong
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
10 menit yang lalu
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
1 jam yang lalu
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
2 jam yang lalu
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
3 jam yang lalu
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
3 jam yang lalu
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
12 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved