Mayoritas Bursa Asia Positif, IHSG Dibuka Menguat Tajam
Kamis, 16 Maret 2017 - 09:16 WIB
Mayoritas Bursa Asia Positif, IHSG Dibuka Menguat Tajam
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini kembali dibuka menguat, bahkan kekuatannya cukup tinggi hingga 32,36 poin setara dengan 0,60% ke level 5.464,74. Hal ini di tengah mayoritas menguatnya bursa saham Asia.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat meski kekuatannya hanya sangat kecil yakni sebesar 0,01% setara dengan 0,80 poin ke level 5.432,38. Kondisi IHSG ini di tengah mayoritas melemahnya bursa saham Asia.
Sektor saham dalam negeri semuanya semringah dengan kenaikan tertinggi oleh sektor aneka industri yang naik 2,87% disusul sektor keuangan yang naik 1,43%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp29 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp12,37 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,22 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp21,59 miliar. Tercatat 36 saham menguat, 7 melemah dan 44 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp450 menjadi Rp64.900, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp250 menjadi Rp15.900, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp250 menjadi Rp11.200.
Sementara, beberapa saham yang menguat di antaranya PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) turun Rp65 menjadi Rp195, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR) turun Rp30 menjadi Rp2.200, dan PT Bakrie Sumatra Platation Tbk (UNSP) turun Rp12 menjadi Rp386.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (16/3/2017), bursa saham Asia mayoritas positif menyusul Wall Street yang ditutup menguat setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,07% karena yen menguat terhadap USD. Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,27%. Tingkat pengangguran Australia Februari naik menjadi 5,9% atau lebih tinggi dari yang diharapkan sebesar 5,7%.
Sementara, di Korea Selatan, Indeks Kospi melonjak 0,78%. Bursa saham China mencatat Indeks Shanghai melonjak 0,67% pada awal perdagangan dan Shenzhen naik 0,69%. Begitu juga dengna Indeks Hang Seng yang naik 1,4%.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat meski kekuatannya hanya sangat kecil yakni sebesar 0,01% setara dengan 0,80 poin ke level 5.432,38. Kondisi IHSG ini di tengah mayoritas melemahnya bursa saham Asia.
Sektor saham dalam negeri semuanya semringah dengan kenaikan tertinggi oleh sektor aneka industri yang naik 2,87% disusul sektor keuangan yang naik 1,43%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp29 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp12,37 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,22 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp21,59 miliar. Tercatat 36 saham menguat, 7 melemah dan 44 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp450 menjadi Rp64.900, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp250 menjadi Rp15.900, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp250 menjadi Rp11.200.
Sementara, beberapa saham yang menguat di antaranya PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) turun Rp65 menjadi Rp195, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR) turun Rp30 menjadi Rp2.200, dan PT Bakrie Sumatra Platation Tbk (UNSP) turun Rp12 menjadi Rp386.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (16/3/2017), bursa saham Asia mayoritas positif menyusul Wall Street yang ditutup menguat setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,07% karena yen menguat terhadap USD. Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,27%. Tingkat pengangguran Australia Februari naik menjadi 5,9% atau lebih tinggi dari yang diharapkan sebesar 5,7%.
Sementara, di Korea Selatan, Indeks Kospi melonjak 0,78%. Bursa saham China mencatat Indeks Shanghai melonjak 0,67% pada awal perdagangan dan Shenzhen naik 0,69%. Begitu juga dengna Indeks Hang Seng yang naik 1,4%.
(izz)
Lihat Juga :