Industri Keramik Nasional Bersiap Hadapi Serbuan Produk Impor

Kamis, 16 Maret 2017 - 16:36 WIB
Industri Keramik Nasional...
Industri Keramik Nasional Bersiap Hadapi Serbuan Produk Impor
A A A
JAKARTA - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) meminta produsen keramik nasional untuk meningkatkan daya saing untuk menghadapi kemungkinan serbuan impor produk keramik mulai tahun 2018. Hal ini sebagai dampak dari penerapan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA).

Ketua Umum ASAKI Elisa Sinaga mengatakan, produk keramik impor asal China terus masuk ke Indonesia meskipun sudah dikenakan bea masuk sebesar 20%. Pada tahun 2018, terang dia bea masuk untuk produk keramik akan menjadi 0% sesuai kesepakatan ACFTA.

"Ini merupakan peringatan kepada semua pihak, produsen di dalam negeri untuk lebih efisien, membenahi diri, supaya bisa bersaing karena tahun 2018 waktunya tidak lama lagi," ujar Elisa di sela-sela pemeran KERAMIKA yang ke-6 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Dia menambahkan, impor produk keramik ke Indonesia terus meningkat dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 27% setiap tahunnya. Kondisi ini diakuinya membuat produsen dalam negeri merasa terganggu dengan penetrasi produk keramik impor, terutama yang berasal dari China. Apalagi, permintaan keramik di dalam negeri sedang mengalami penurunan.

Diterangkan olehnya, produk keramik impor kebanyakan memiliki jenis homogenous atau granite tile yang impornya mencapai dua kali dari total produksi homogenous tile dalam negeri. Namun untuk keramik tile biasa, kata Elisa, produsen dalam negeri relatif masih menguasai pangsa pasar dalam negeri. Dia pun berharap, pemerintah bisa menerapkan standar kualitas yang ketat terhadap produk impor sehingga tidak merugikan konsumen.

Lanjut dia, sejumlah produsen keramik dalam negeri juga sudah memanfaatkan teknologi mesin cetak digital yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Tapi, dia juga mengeluhkan berbagai hambatan yang menggerus daya saing industri nasional, seperti ongkos logistik serta harga gas yang mahal.

"Biaya dari China ke Medan itu cuma USD350-USD400 per kontainer. Sedangkan di Indonesia dari Jawa ke Medan saja kena USD700-USD 800 per kontainer. Belum lagi harga gas yang cukup tinggi. Tapi kita menyadari infrastruktur gas kita belum sebaik di China, makanya sedang didorong. Kita tidak mengharapkan harga yang sama, yang penting kompetitif," tukasnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengakui bahwa industri keramik nasional mengalami penurunan. Kapasitas produksi keramik nasional yang mencakup ubin, tableware, sanitary, dan genteng (roof tile) mencapai 580 juta meter persegi sementara utilitasnya hanya 65% atau sekitar 375 juta meter persegi setiap tahun.

Namun demikian, Menperin melihat industri keramik nasional masih bisa tumbuh mengingat permintaan keramik per kapita Indonesia baru 200 meter persegi atau masih lebih rendah daripada permintaan rata-rata di ASEAN yang mencapai 300 meter persegi. "Apalagi dengan adanya proyek infrastruktur, baik kawasan industri maupun perumahan ini bisa menjadi penggerak bagi industri ini," kata dia.

Pemerintah, lanjut Menperin, berupaya untuk mendorong daya saing industri lebih baik lagi, termasuk upaya untuk memperbaiki kondisi logistik dan nasional dan penurunan harga gas untuk industri tertentu, termasuk keramik. Dia menilai, gas yang kompetitif penting bagi industri keramik mengingat industri membutuhkan banyak gas.

Di sela-sela acara tersebut, ASAKI juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memastikan alokasi gas yang cukup untuk industri keramik. ASAKI bekerja sama dengan Reed Panorama Exhibitions (RPE) juga menggelar KERAMIKA 2017, sebuah pameran yang bertujuan untuk mempromosikan industri keramik dalam negeri, termasuk ke pasar global. Acara ini digelar empat hari mulai 16-19 Maret 2017 dari pukul 10.00-21.00 WIB, terbuka untuk umum dan gratis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Usai Harga Gas, Industri...
Usai Harga Gas, Industri Keramik Curhat Soal Kontainer Ekspor
Dapat Uluran Tangan...
Dapat 'Uluran Tangan' Banyak Pihak, Industri Keramik Kembali Bangkit
Porcelain Tile Tawarkan...
Porcelain Tile Tawarkan Cuan Besar, FOSBBI Ajak Industri Alih Produksi
Asaki Pertanyakan Perpanjangan...
Asaki Pertanyakan Perpanjangan Aturan Safeguard yang Belum Keluar
Disaksikan Panglima...
Disaksikan Panglima TNI, Arwana Ceramics Resmikan Pabrik Plant 4B di Ogan Ilir
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved