Skandal Daging Terbongkar, China dan UE Stop Impor dari Brazil

Selasa, 21 Maret 2017 - 12:38 WIB
Skandal Daging Terbongkar,...
Skandal Daging Terbongkar, China dan UE Stop Impor dari Brazil
A A A
RIO DE JANEIRO - Beberapa konsumen terbesar daging asal Brazil telah menangguhkan impor mereka, setelah perusahaan multinasional asal negara tersebut terlibat skandal menjual produk yang tidak aman selama bertahun-tahun. Hal ini terkuak setelah investigasi menyebutkan ada dugaan korupsi yang dilakukan belasan inspektur kesehatan yang melakukan suap untuk mensertifikasi makanan tercemar menjadi layak konsumsi.

Akibat dari kasus tersebut seperti dilansir BBC, Selasa (21/3/2017) China telah melarang impor daging merah dari Brazil, sementara Uni Eropa (UE) mengatakan bakal menghentikan pembelian dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam skandal. Kasus ini dipicu oleh polisi federal yang menggelar operasi besar-besaran pada akhir pekan kemarin.

Hasilnya ditemukan bahwa beberapa perusahaan telah menjual produk tak layak konsumsi selama beberapa tahun. Seperti diketahui industri daging memainkan bagian penting dalam ekonomi Brazil dengan nilai ekspor mencapai lebih dari USD12 miliar per tahun. Pemerintah Brazil sendiri telah melakukan beberapa hal agar terhindar dari larangan impor daging dari beberapa negara lain.

Presiden Brazil Michel Temer telah menggelar pertemuan darurat selama akhir pekan dan bahkan mengundang diplomat untuk mencoba untuk meyakinkan mereka. "Pemerintah Brasil menegaskan percaya bahwa akan memenangkan keyakinan terhadap kualitas produk nasional yang selama ini digunakan konsumen dan memperoleh persetujuan dari pasar yang paling ketat," kata Temer.

Tetapi sepertinya upaya pemerintah Brazil sia-sia, ketika China, Uni Eropa, Korea Selatan dan Chili kini telah mengumumkan larangan membeli produk daging yang berasal dari Brasil. Bersama-sama mereka menyumbang hampir sepertiga dari ekspor daging Brasil di tahun 2016, berdasarkan laporan surat kabar O Globo. Brazil merupakan pengekspor daging merah terbesar dan unggas.

Otoritas Brasil pada Jumat (17/3) menggerebek belasan daging kemasan, mengeluarkan 27 perintah penangkapan, dan penutupan pabrik multinasional grup BRF yang mengelola ayam olahan dan dua olahan daging. Pabrik itu dioperasikan perusahaan lokal Peccin, demikian kata Menteri Pertanian. Sebagai tambahannya 21 yayasan juga dalam pemeriksaan polisi. Menteri juga memberhentikan 33 pegawai yang terlibat dalam skandal tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Situasi Memanas, Brasil...
Situasi Memanas, Brasil Alami Krisis Politik di Tengah Pandemi
Hujan Lebat di Brasil,...
Hujan Lebat di Brasil, 29 Orang Tewas Akibat Banjir
Bolsonaro Pecat Menteri...
Bolsonaro Pecat Menteri Kesehatan Brasil, Serukan Buka Lagi Ekonomi
Bolsonaro Ingin Buka...
Bolsonaro Ingin Buka Lagi Perbatasan Brasil Meski Berisiko
Aktivis Pribumi Brasil...
Aktivis Pribumi Brasil Demo Memprotes Aksi Kekerasan yang Menjurus Pada Pemusnahan Suku Pribumi
Hujan Deras, Brasil...
Hujan Deras, Brasil Selatan Kembali Terendam Banjir
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved