KKP Janji Ganti Alat Tangkap Nelayan Ramah Lingkungan

Rabu, 22 Maret 2017 - 16:26 WIB
KKP Janji Ganti Alat...
KKP Janji Ganti Alat Tangkap Nelayan Ramah Lingkungan
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melakukan asistensi penggantian alat tangkap yang ramah lingkungan. Para pemilik yang biasa menyelam untuk menangkap ikan menggunakan dinamit diminta untuk menyerahkan diri dan didaftar.

"Nanti dari KKP akan bantu alat tangkap yang benar," ujar Menteri KKP Susi Pudjiastuti dalam rilisnya, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

(Baca: Susi Ingatkan Nelayan Buton Tak Lagi Pakai Bom Ikan )

Sejalan dengan hal itu, pemerintah telah berupaya untuk memberikan perlindungan terhadap nelayan, serta membuat peraturan yang bermanfaat bagi kesejahteraan nelayan.

"Saya membuat aturan bukan untuk menyusahkan nelayan, jangan berpikiran seperti itu. Peraturan dibuat agar ikan di laut kita tetap banyak. Jika pemerintah memberikan bantuan sosial ada batasnya, akan ada habisnya," kata dia.

Hal itu tidak terlepas dari prinsip-prinsip pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengutamakan kekuatan maritim, menjadikan Indonesia pusat kegiatan ekonomi kemaritiman yang dinamakan poros maritim dunia.

"Pemerintah juga ingin menjadikan laut masa depan bangsa kita, tidak hanya untuk kita saja namun juga anak cucu kita ratusan tahun kemudian. Berarti sumber daya kelautan kita harus dijaga keberlanjutan atau kelestariannya," tutur Susi.

(Baca: Pemerintah Dituntut Jaga Keberlanjutan Sumber Daya Kelautan )

Dia juga mengingatkan semua nelayan yang hadir untuk mendaftarkan diri dalam program asuransi nelayan. Nilai santunan yang akan diberikan pemerintah melalui asuransi tersebut yakni, jika meninggal di laut sebesar Rp200 juta atau di darat sebesar Rp160 juta.

"Kalau sakit ada pengobatan ditanggung asuransi Rp20 juta. Mengalami kecelakaan di laut dan cacat tetap Rp100 juta. Tapi tentunya bukan kecelakaan karena bom ikan ya," terang Susi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
57 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
59 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
Pilih Tangkap Putin...
Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu, Uni Eropa Dinilai Munafik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved