Moratorium Dihentikan, Pengembang DIY Mulai Incar Bantul

Rabu, 22 Maret 2017 - 23:13 WIB
Moratorium Dihentikan,...
Moratorium Dihentikan, Pengembang DIY Mulai Incar Bantul
A A A
YOGYAKARTA - Mahalnya harga tanah di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta membuat pengembang mengalihkan incaran lokasi pendirian perumahan di Kabupaten lain, terutama Bantul. Dua kabupaten lain seperti Gunungkidul dan Kulonprogo masih belum banyak dilirik pengembang.

Ketua Bidang Organisasi dan Humas Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI), Ilham Nur Muhammad mengungkapkan, tanah merupakan hal pokok yang harus dipenuhi pengembang.

Pengembang mengakui bahwa pengeluaran paling banyak untuk pembebasan lahan, sehingga para pengembang berusaha mencari tanah yang terjangkau untuk mendirikan perumahan mereka. "Kalau di Kota Yogyakarta dan Sleman sudah gila-gilaan," tuturnya, Yogyakarta, Rabu (22/3/2017).

Bantul menjadi salah satu alternatif sasaran untuk menjadi lokasi perumahan mereka. Karena dari sisi lokasi, Bantul dipandang tidak terlalu jauh jika dihitung dari pusat Kota Yogyakarta. Beberapa kecamatan penyangga kota di Kabupaten Bantul seperti Sewon, Banguntapan dan Kasihan menjadi favorit pengembang.

Dua Kabupaten lain yaitu Kulonprogo dan Gunungkidul dianggap masih terlalu jauh. Karena jarak terdekat dari Kota Yogyakarta sekitar 20 km. Di samping lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota, harga tanah di Kabupaten Bantul masih belum semahal Sleman dan Kota Yogyakarta.

Karena itu, dihentikannya moratorium pendirian perumahan di Kabupaten Bantul menjadi momentum pengembang untuk mengajukan izin perumahan di wilayah tersebut. Meski belum mengetahui secara pasti berapa yang sudah mengajukan izin ke pemerintah kabupaten Bantul, tetapi dia memastikan sudah ada pengembang dari anggota REI yang mengajukan izin. "Yang memberitahukan ke pengurus REI memang baru ada tiga pengembang," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved