AS Penyebab Pertemuan G-20 Tidak Temui Kata Sepakat

Rabu, 22 Maret 2017 - 20:05 WIB
AS Penyebab Pertemuan...
AS Penyebab Pertemuan G-20 Tidak Temui Kata Sepakat
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, arah kebijakan Amerika Serikat yang dibawa dalam pertemuan G-20 menyebabkan tidak adanya titik temu kesepakatan mengenai arah kebijakan ekonomi dunia. Padahal pertemuan G-20 di Ghuang Zhou tahun lalu, beberapa arah kebijakan ekonomi berhasil dicetuskan.

Pada pertemuan Guang Zhou, para pemimpin menyepakati setiap negara harus berupaya untuk tidak melakukan hambatan ekonomi global, termasuk kebijakan proteksionis yang bisa menyebabkan halangan bagi hubungan ekonomi antar negara, baik perdagangan maupun investasi.

"Namun pada pertemuan kali ini, tidak ada kesepakatan mengenai arah apapun. Mereka tetap sepakat trade tetap diperlukan, namun AS menyampaikan bahwa mereka inginkan perdagangan yang fair," kata Sri Mulyani di kantornya, Rabu (22/3/2017).

Definisi fair menurut AS, diungkapkan mantan pejabat Bank Dunia ini, yakni sesuai dengan kebutuhan Amerika sendiri yang tidak selalu sama dengan fair dari sisi internasional.

"Jadi, ini menimbulkan ketidaksepakatan bersama dari G-20 yang sejatinya ingin bersama-sama menjaga momentum pemulihan ekonomi. Yaitu semuanya ingin adanya kerja sama ekonomi antar anggota G-20," lanjutnya.

Dengan sikap AS ini, mau tidak mau, kata Sri Mulyani, Indonesia harus mewaspadai segala perkembangan ekonomi dunia yang terjadi. Dan Indonesia merupakan negara yang terbuka bagi perdagangan dunia.

"Kita negara yang terbuka, karena perdagangan dunia itu berperan besar bagi perekonomian kita. Saya sudah minta tim keuangan untuk melihat implikasi dari pertemuan ini (G-20)," ujarnya.

Sri Mulyani pun berharap pada pertemuan G-20 pada Juli mendatang, para pemimpin akan lebih sepakat soal arah kebijakan ekonomi global, bukan sekadar di level tingkat menkeu dan bank sentral.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
G-20: Mediator Pembangunan...
G-20: Mediator Pembangunan Ekonomi
G-20 Meniti Perubahan...
G-20 Meniti Perubahan Dunia
Pastikan Pengamanan...
Pastikan Pengamanan KTT G-20, Kapolri Tinjau Command Center
Menuju KTT Presidensi...
Menuju KTT Presidensi G-20 Taruna Merah Putih Gelar Webinar
Songsong KTT G-20, Permasalahan...
Songsong KTT G-20, Permasalahan Sampah Sarbagita Perlu Terobosan Nyata
Pengamanan Menuju Denpasar...
Pengamanan Menuju Denpasar Diperketat Sehari Jelang KTT G-20
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
29 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved