BTN Siap Terbitkan Efek Beragun Aset Rp1 Triliun
Kamis, 23 Maret 2017 - 00:04 WIB
BTN Siap Terbitkan Efek Beragun Aset Rp1 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF pada April 2017 berencana menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) senilai Rp1 triliun.
Direktur BBTN, Iman Nugroho Soek mengatakan program Satu Juta Rumah, yang dicanangkan pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak dan juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.
"Produk EBA cukup digemari para investor karena merupakan produk investasi yang aman dan menguntungkan dengan agunan aset KPR yang nilainya terus naik," katanya usai acara sosialisasi EBA SP bersama SMF di Jakarta, Rabu (22/3/2017).
Menurutnya, masyarakat kelas menengah ke bawah, memerlukan angsuran yang terjangkau dengan jumlah yang tetap. Hal tersebut dapat dicapai dengan dua hal, yaitu tenor pinjaman yang panjang sehingga angsuran lebih rendah, dengan demikian didapatkan sumber dana jangka panjang.
"Kemudian tingkat suku bunganya tetap sehingga besarnya angsuran juga tetap,” ucapnya. (Baca: BTN dan SMF Gelar Sosialisasi EBA-SP ke Pelaku Jasa Keuangan )
Sebelumnya, pada tahun lalu, Perseroan bersama SMF juga telah mencatatkan EBA-SP SMF-BTN 02 di pasar modal. EBA-SP tersebut bernilai Rp1 Triliun yang akan digunakan untuk mendukung program Satu Juta Rumah dari pemerintah.
“Kami sekuritisasi aset KPR non subsidi. Dengan adanya likuiditas Rp1 triliun berarti kami mampu dukung 10 ribu KPR non subsidi atau 100 ribu rumah untuk KPR subsidi. Ini jelas sangat membantu masyarakat,” ujar Iman.
Dia menambahkan transaksi sekuritisasi KPR melalui skema Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) ini adalah yang kedua bagi Bank BTN. Meskipun demikian produk EBA-SP merupakan produk EBA dan hari ini adalah produk yang kesembilan kalinya kami terbitkan.
“Produk EBA cukup digemari oleh para investor karena merupakan produk investasi yang aman dan menguntungkan dengan agunan aset KPR yang nilainya terus naik,” ujarnya.
Direktur BBTN, Iman Nugroho Soek mengatakan program Satu Juta Rumah, yang dicanangkan pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak dan juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.
"Produk EBA cukup digemari para investor karena merupakan produk investasi yang aman dan menguntungkan dengan agunan aset KPR yang nilainya terus naik," katanya usai acara sosialisasi EBA SP bersama SMF di Jakarta, Rabu (22/3/2017).
Menurutnya, masyarakat kelas menengah ke bawah, memerlukan angsuran yang terjangkau dengan jumlah yang tetap. Hal tersebut dapat dicapai dengan dua hal, yaitu tenor pinjaman yang panjang sehingga angsuran lebih rendah, dengan demikian didapatkan sumber dana jangka panjang.
"Kemudian tingkat suku bunganya tetap sehingga besarnya angsuran juga tetap,” ucapnya. (Baca: BTN dan SMF Gelar Sosialisasi EBA-SP ke Pelaku Jasa Keuangan )
Sebelumnya, pada tahun lalu, Perseroan bersama SMF juga telah mencatatkan EBA-SP SMF-BTN 02 di pasar modal. EBA-SP tersebut bernilai Rp1 Triliun yang akan digunakan untuk mendukung program Satu Juta Rumah dari pemerintah.
“Kami sekuritisasi aset KPR non subsidi. Dengan adanya likuiditas Rp1 triliun berarti kami mampu dukung 10 ribu KPR non subsidi atau 100 ribu rumah untuk KPR subsidi. Ini jelas sangat membantu masyarakat,” ujar Iman.
Dia menambahkan transaksi sekuritisasi KPR melalui skema Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) ini adalah yang kedua bagi Bank BTN. Meskipun demikian produk EBA-SP merupakan produk EBA dan hari ini adalah produk yang kesembilan kalinya kami terbitkan.
“Produk EBA cukup digemari oleh para investor karena merupakan produk investasi yang aman dan menguntungkan dengan agunan aset KPR yang nilainya terus naik,” ujarnya.
(ven)
Lihat Juga :