Laba Bank DKI Naik 178% Menjadi Rp645,11 Miliar
Jum'at, 24 Maret 2017 - 17:09 WIB
Laba Bank DKI Naik 178% Menjadi Rp645,11 Miliar
A
A
A
JAKARTA - Kinerja Bank DKI di tahun 2016 tumbuh signifikan, sesuai Laporan Keuangan Audited, Bank DKI mencatatkan laba Rp645,11 miliar atau tumbuh 178,02% dari laba bersih tahun 2015 sebesar Rp231,80 miliar.
Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi mengatakan perolehan laba ini berkat upaya-upaya efisiensi dan berbagai perbaikan khususnya penurunan kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL).
"Perolehan laba bersih juga dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 12,45% menjadi Rp2,50 triliun dan peningkatan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 181,89% menjadi Rp343,95 miliar serta penurunan beban penyisihan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp480,90 miliar di tahun 2016 dari Rp734,60 miliar di tahun 2015 sebagai dampak dari membaiknya kolektibilitas kredit," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/3/2017).
Bank DKI juga fokus dalam melakukan upaya perbaikan di bidang perkreditan dengan melakukan penataan ulang proses bisnis, pemberian kredit yang lebih selektif dan peningkatan mitigasi risiko.
Upaya lainnya yang dilakukan adalah melakukan penagihan, restrukturisasi kredit, serta hapus buku yang menurunkan rasio NPL Gross dari 7,96% per 31 Desember 2015 menjadi 5,35% per 31 Desember 2016. NPL Nett juga mengalami perbaikan dari 4,23% per 31 Desember 2015 menjadi 2,75% per 31 Desember 2016.
Atas pencapaian kinerja keuangan tersebut, RUPS Tahunan Bank DKI tahun buku 2016 yang telah dilaksanakan pada 16 Maret 2017, menetapkan dividen Bank DKI sebesar Rp193,53 miliar atau 30% dari laba bersih yang nantinya menjadi kontribusi Bank DKI dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah.
Secara umum, kinerja keuangan Bank DKI juga dapat dilihat dari pencapaian total aset per 2016 yang tercatat sebesar Rp40,57 triliun dengan pencapaian Dana Pihak Ketiga sebesar Rp28,45 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp24,48 triliun.
Selain peningkatan kinerja keuangan, sepanjang tahun 2016, Bank DKI juga terus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan Jakarta dan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti peluncuran kartu JakartaOne, implementasi Cash Management System di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, e-Parking Terminal Parkir Elektronik, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui e-Samsat, e-Retribusi, absensi elektronik penghuni rusun serta pembiayaan kepada UMKM di Jakarta.
Bank DKI juga melakukan relokasi kantor pusat ke Gedung yang terletak di Jl. Suryopranoto No. 8, Jakarta Pusat, dari sebelumnya di Jl. Ir. H. Juanda III No. 7-9, Jakarta Pusat.
Perpindahan kantor pusat ini didasari akan kebutuhan Bank DKI akan gedung kantor yang lebih representatif untuk dapat melayani nasabah secara optimal dan memperhatikan kondisi kantor pusat sebelumnya yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda III No. 7-9, Jakarta Pusat yang sudah digunakan selama lebih dari 40 tahun.
Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi mengatakan perolehan laba ini berkat upaya-upaya efisiensi dan berbagai perbaikan khususnya penurunan kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL).
"Perolehan laba bersih juga dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 12,45% menjadi Rp2,50 triliun dan peningkatan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 181,89% menjadi Rp343,95 miliar serta penurunan beban penyisihan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp480,90 miliar di tahun 2016 dari Rp734,60 miliar di tahun 2015 sebagai dampak dari membaiknya kolektibilitas kredit," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/3/2017).
Bank DKI juga fokus dalam melakukan upaya perbaikan di bidang perkreditan dengan melakukan penataan ulang proses bisnis, pemberian kredit yang lebih selektif dan peningkatan mitigasi risiko.
Upaya lainnya yang dilakukan adalah melakukan penagihan, restrukturisasi kredit, serta hapus buku yang menurunkan rasio NPL Gross dari 7,96% per 31 Desember 2015 menjadi 5,35% per 31 Desember 2016. NPL Nett juga mengalami perbaikan dari 4,23% per 31 Desember 2015 menjadi 2,75% per 31 Desember 2016.
Atas pencapaian kinerja keuangan tersebut, RUPS Tahunan Bank DKI tahun buku 2016 yang telah dilaksanakan pada 16 Maret 2017, menetapkan dividen Bank DKI sebesar Rp193,53 miliar atau 30% dari laba bersih yang nantinya menjadi kontribusi Bank DKI dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah.
Secara umum, kinerja keuangan Bank DKI juga dapat dilihat dari pencapaian total aset per 2016 yang tercatat sebesar Rp40,57 triliun dengan pencapaian Dana Pihak Ketiga sebesar Rp28,45 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp24,48 triliun.
Selain peningkatan kinerja keuangan, sepanjang tahun 2016, Bank DKI juga terus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan Jakarta dan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti peluncuran kartu JakartaOne, implementasi Cash Management System di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, e-Parking Terminal Parkir Elektronik, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui e-Samsat, e-Retribusi, absensi elektronik penghuni rusun serta pembiayaan kepada UMKM di Jakarta.
Bank DKI juga melakukan relokasi kantor pusat ke Gedung yang terletak di Jl. Suryopranoto No. 8, Jakarta Pusat, dari sebelumnya di Jl. Ir. H. Juanda III No. 7-9, Jakarta Pusat.
Perpindahan kantor pusat ini didasari akan kebutuhan Bank DKI akan gedung kantor yang lebih representatif untuk dapat melayani nasabah secara optimal dan memperhatikan kondisi kantor pusat sebelumnya yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda III No. 7-9, Jakarta Pusat yang sudah digunakan selama lebih dari 40 tahun.
(ven)
Lihat Juga :