Jokowi: Semua Negara Babak Belur Hadapi Ketidakpastian Global
Senin, 27 Maret 2017 - 12:11 WIB
Jokowi: Semua Negara Babak Belur Hadapi Ketidakpastian Global
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal ketidakpastian ekonomi dunia yang hingga saat ini masih terjadi. Menurutnya, seluruh negara di dunia babak belur menghadapi ketidakpastian tersebut.
Dia mengatakan, perlambatan ekonomi dunia telah menyulitkan banyak negara. Hampir seluruh kepala negara di dunia tak bisa memprediksi akan seperti apa ekonomi tahun ini atau tahun depan.
"Hampir semua negara babak belur karena ketidakpastian kebijakan negara besar, sehingga hampir semua kepala negara menyampaikan sulit memprediksi ekonomi tahun ini seperti apa, tahun depan seperti apa," kata Jokowi dalam acara Pembukaan Rakernas Hipmi di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (27/3/2017).
Meskipun ekonomi dunia tengah mengalami guncangan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai bahwa pertumbuhan ekonomi di Tanah Air tidak sedemikian terpuruk seperti di negara lain. Pada periode 2014-2015 memang ekonomi Indonesia sempat merosot, namun kini perlahan mulai kembali merangkak naik.
"Kalau negara lain ada yang turun 3%, ada yang turun 2,5% ada yang turun 2%. Kalau dibanding negara G20, ekonomi kita masih pada posisi sangat baik. Kita hanya di bawah India dan RRT," imbuh dia.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah berhasil melakukan pengendalian terhadap inflasi. Pada 2015, inflasi masih sekitar 3,35% namun tahun lalu sudah turun menjadi 3,02%.
"Artinya, pengendalian harga bisa kita lakukan dengan baik. Kalau ada yang naik, cabai naik yang dilihat jangan itu saja. Yang lain terkendali," ujar Jokowi.
Hadir dalam Pembukaan Rakernas Hipmi 2017, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua DPR RI Setya Novanto, dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno.
Dia mengatakan, perlambatan ekonomi dunia telah menyulitkan banyak negara. Hampir seluruh kepala negara di dunia tak bisa memprediksi akan seperti apa ekonomi tahun ini atau tahun depan.
"Hampir semua negara babak belur karena ketidakpastian kebijakan negara besar, sehingga hampir semua kepala negara menyampaikan sulit memprediksi ekonomi tahun ini seperti apa, tahun depan seperti apa," kata Jokowi dalam acara Pembukaan Rakernas Hipmi di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (27/3/2017).
Meskipun ekonomi dunia tengah mengalami guncangan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai bahwa pertumbuhan ekonomi di Tanah Air tidak sedemikian terpuruk seperti di negara lain. Pada periode 2014-2015 memang ekonomi Indonesia sempat merosot, namun kini perlahan mulai kembali merangkak naik.
"Kalau negara lain ada yang turun 3%, ada yang turun 2,5% ada yang turun 2%. Kalau dibanding negara G20, ekonomi kita masih pada posisi sangat baik. Kita hanya di bawah India dan RRT," imbuh dia.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah berhasil melakukan pengendalian terhadap inflasi. Pada 2015, inflasi masih sekitar 3,35% namun tahun lalu sudah turun menjadi 3,02%.
"Artinya, pengendalian harga bisa kita lakukan dengan baik. Kalau ada yang naik, cabai naik yang dilihat jangan itu saja. Yang lain terkendali," ujar Jokowi.
Hadir dalam Pembukaan Rakernas Hipmi 2017, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua DPR RI Setya Novanto, dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno.
(izz)
Lihat Juga :