Uber Akan Berhenti Operasi di Denmark Bulan Depan

Selasa, 28 Maret 2017 - 20:06 WIB
Uber Akan Berhenti Operasi...
Uber Akan Berhenti Operasi di Denmark Bulan Depan
A A A
KOPENHAGEN - Uber akan menarik layanan atau berhenti beroperasi di Denmark bulan depan karena adanya aturan terkait transportasi taksi yang menetapkan persyaratan baru untuk driver seperti adanya meteran tarif wajib.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/3/2017), Uber telah menghadapi berbagai tantangan sejak hadir di Denmark pada 2014 dari serikat sopir taksi lokal, perusahaan dan politikus yang mengeluh bahwa Uber menimbulkan persaingan tidak sehat dengan tidak memenuhi standar hukum yang dibuka bagi perusahaan taksi.

Uber mengatakan, memiliki sekitar 2.000 sopir di Denmark dan 300.000 pengguna menggunakan aplikasinya di negara tersebut. Dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan menutup layanannya di Denmark pada 18 April 2017 karena adanya UU baru.

Meskipun pemerintah minoritas liberal ingin menderegulasi bisnis taksi dan mengakomodasi operator baru seperti Uber. Aturan taksi ini diperkenalkan pada Februari dengan menetapkan berbagai aturan terkait kewajiban meretan tarif dan sensor kursi di Denmark.

"Bagi kami untuk beroperasi di Denmark lagi, maka aturan yang ditawarkan perlu diubah. Kami akan terus bekerja dengan pemerintah dengan harapan bahwa mereka akan memperbarui peraturan yang diusulkan mereka dan memungkinkan Denmark untuk menikmati manfaat dari teknologi modern seperti Uber," kata pihak Uber.

Dua sopir Uber pada November didenda karena melanggar UU taksi dan di Eropa juga terkena denda pada Desember. Di mana Uber didakwa oleh jaksa penuntut umum Denmark atas tuduhan membantu driver mereka yang melanggar UU taksi.

Uber mengatakan, akan membantu sumber daya untuk membantu pengemudi Uber di Denmark selama proses penuopan kayanannya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
26 menit yang lalu
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
3 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
3 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Salat Tarawih...
Jadwal Salat Tarawih Pertama di Bulan Suci Ramadan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved