Ekonomi India Tahun Ini Diramal Tembus 7,2%

Sabtu, 01 April 2017 - 20:21 WIB
Ekonomi India Tahun...
Ekonomi India Tahun Ini Diramal Tembus 7,2%
A A A
NEW DELHI - Menteri Keuangan (Menkeu) India Arun Jaitley memperkirakan ekonomi India tahun ini akan tumbuh sebesar 7,2% dan pada tahun depan sebesar 7,7%.

"Meskipun ini adalah tantangan, India tetap melakukan langkah-langkah reformasi menemukan titik terang. Kami telah berhasil melaksanakan," kata dia seperti dikutip dari International Business Times, Sabtu (1/4/2017).

Dia mengatakan, India membutuhkan investasi sebesar Rs 43 lakh crore atau USD646 miliar untuk infrastruktur selama lima tahun ke depan dan berharap bahwa New Development Bank (NDB), yang mulai beroperasi pada 2015, bisa berkontribusi untuk ini. "Ini menawarkan kesempatan besar," imbuhnya.

"Presiden NDB KV Kamath telah melakukan pekerjaan yang terpuji. Bank ini sekarang sepenuhnya operasional. Ini telah berhasil mengumpulkan uang dari pasar. Ini segera melakukan pencairan di India," ujarnya.

"Perjanjian pertama pinjaman NDB di Madhya Pradesh telah ditandatangani beberapa hari lalu," tambah Jaitley.

Dia mengatakan, NDB didirikan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan yang berkelanjutan dan harus cocok dengan peran negara-negara pendiri India, China, Brasil, Rusia dan Afrika Selatan.

Berharap bahwa NDB akan menawarkan pinjaman dengan harga lebih murah, Jaitley mengatakan, India sedang mencari untuk memiliki kemitraan yang saling menguntungkan dengan bank.

"Saya berharap bahwa NDB akan muncul sebagai bank pembangunan dan membantu dalam pendanaan dari negara-negara berkembang," kata dia.

Dia menambahkan, proteksionisme dan ketegangan geopolitik tetap sebagai tantangan utama bagi perekonomian. "Proteksionisme merupakan tantangan untuk prospek pertumbuhan. Tapi pertumbuhan global menunjukkan tanda positif dan bergerak ke atas dan diharapkan untuk meningkatkan lebih lanjut dalam 2017-2018," kata Jaitley.

Kamath mengatakan bahwa bank sedang mempersiapkan pembiayaan lebih dari USD2 miliar pada 15 proyek dari negara-negara anggota pada 2017. Bank, yang memiliki kantor pusat di Shanghai ini, telah membiayi tujuh proyek pada 2016 dan sekarang akan melakukannya untuk pertama di Afrika.

"Kami menemukan dukungan yang besar pada tahun pertama operasi. Kami berharap untuk membuka African Regional Centre pada Mei," kata Kamath.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Ekonomi...
Perbandingan Ekonomi India dengan Pakistan: Bak Langit dan Bumi
India Potong Pajak Kelas...
India Potong Pajak Kelas Menengah demi Dongkrak Daya Beli
PDB Meroket 8,2%, India...
PDB Meroket 8,2%, India Menegaskan Status Ekonomi Utama dengan Pertumbuhan Tercepat
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi dan Pelajaran dari India
Hubungan India-China...
Hubungan India-China Jadi Kunci Masa Depan Asia dan Dunia
ASEAN dan India Diprediksi...
ASEAN dan India Diprediksi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Global
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
12 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved