Bursa Asia Variatif, IHSG Awal Pekan Dibuka Menguat

Senin, 03 April 2017 - 09:12 WIB
Bursa Asia Variatif,...
Bursa Asia Variatif, IHSG Awal Pekan Dibuka Menguat
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka berhasil menguat atau naik sebesar 17,08 poin setara denan 0,31% ke level 5.585,19 saat bursa saham Asia dibuka mixed (variatif).

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup negatif dengan melemah 24,85 poin atau 0,44% ke level 5.568,11.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp24 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp1,39 milair dengan aksi jual asing sebesar Rp18,89 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp17,50 miliar. Tercatat 24 saham menguat, 5 melemah dan 14 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp500 menjadi Rp27.000, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp200 menjadi Rp16.800, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp100 menjadi Rp11.800.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp500 menjadi Rp65.025, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp75 menjadi Rp6.400, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp50 menjadi Rp7.950.

Seperti dilansir CNBC, Senin (3/4/2017), bursa saham Asia mixed alias variatif di hari perdagangan pertama kuartal II. Hal ini mengambil isyarat dari melemahnya bursa saham AS pada penutupan pekan lalu dan ketegangan di Semenanjung Korea.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa AS akan mengambil tindakan sepihak untuk menghilangkan ancaman nuklir dari Korea Utara, kecuali China. Komentar-komentar ini datang menjelang pertemuan dua hari pekan ini di Florida dengan Presiden China Xi Jinping.

Di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,29% terseret material. Indeks Nikkei N225 naik 0,13% pada awal perdagangan menunjukkan bahwa sentimen besar produsen Jepang naik 12 atau lebih rendah dibanding dengan jajak pendapat Reuters di level 14. Sektor jasa Jepang meningkatkan 20.

"Untuk sektor manufaktur, ekspor tumbuh terutama untuk AS, China dan Asia. Tetapi saya kira orang yang sedikit khawatir tentang apa yang terjadi di AS," kata profesor Sayuri Shirai di Universitas Keio.

Sementara di Korea Selatan Indeks Kospi bertambah 0,17%. Bank digital pertama Korea Selatan, K Bank diluncurkan pada Senin dan akan memungkinkan pelanggan untuk membuka rekening bank atau mengajukan pinjaman melalui smartphone pelanggan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
IHSG Dibuka Tergelincir...
IHSG Dibuka Tergelincir ke Zona Merah, Awal Pekan Kehilangan 8,47 Poin
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
18 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
1 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
1 jam yang lalu
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
2 jam yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
2 jam yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved