Rupiah Dibuka Mendatar Saat Euro Menguat terhadap USD
Senin, 03 April 2017 - 10:16 WIB
Rupiah Dibuka Mendatar Saat Euro Menguat terhadap USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini dibuka mendatar dari posisi akhir pekan kemarin. Kondisi rupiah tersebut di tengah mendatarnya USD terhadap beberapa mata uang dunia meski tercatat melemah terhadap euro.
Data Bloomberg pagi ini juga dibuka di level Rp13.323/USD atau mendatar dari penutupan sebelumnya di level Rp13.322/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.316-Rp13.327/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.324/USD. Posisi hampir sama dengan posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.321/USD.
Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini juga stabil di level Rp13.323/USD dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.320/USD dengan kisaran Rp13.306-Rp13.325/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat menguat ke level Rp13.322/USD dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.330/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (3/4/2017), Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap enam rival utama, hampir mendatarc di posisi 100,390. Ini memang masih lebih baik dari posisi pekan lalu di level 98,858, level terlemah sejak 11 November.
"Dolar mendapat beberapa dukungan pekan lalu dari pembelian akhir bulan dan datang dari posisi terendah, tapi secara keseluruhan berat tetap tidak berubah," kata Mitsuo Imaizumi, berbasis di Tokyo kepala strategi valuta asing untuk Daiwa Securities.
"Minggu ini, investor menunggu laporan non-farm payrolls dan pembacaan yang lebih buruk dari yang diharapkan akan mendorong USD turun lebih dari yang diperkirakan," imbuhnya.
Komentar Presiden Fed New York William Dudley membantu menarik greenback jauh dari posisi puncak 10 hari di level 112,19 terhadap yen. Ini berdiri di level 111,19 yen pada hari ini atau melemah 0,2%. Euro terhadap USD naik 0,2% menjadi USD1,0676 namun tetap tidak jauh di atas posisi rendahnya di level 1,0649, terlemah sejak 15 Maret.
Data Bloomberg pagi ini juga dibuka di level Rp13.323/USD atau mendatar dari penutupan sebelumnya di level Rp13.322/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.316-Rp13.327/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.324/USD. Posisi hampir sama dengan posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.321/USD.
Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini juga stabil di level Rp13.323/USD dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.320/USD dengan kisaran Rp13.306-Rp13.325/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat menguat ke level Rp13.322/USD dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.330/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (3/4/2017), Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap enam rival utama, hampir mendatarc di posisi 100,390. Ini memang masih lebih baik dari posisi pekan lalu di level 98,858, level terlemah sejak 11 November.
"Dolar mendapat beberapa dukungan pekan lalu dari pembelian akhir bulan dan datang dari posisi terendah, tapi secara keseluruhan berat tetap tidak berubah," kata Mitsuo Imaizumi, berbasis di Tokyo kepala strategi valuta asing untuk Daiwa Securities.
"Minggu ini, investor menunggu laporan non-farm payrolls dan pembacaan yang lebih buruk dari yang diharapkan akan mendorong USD turun lebih dari yang diperkirakan," imbuhnya.
Komentar Presiden Fed New York William Dudley membantu menarik greenback jauh dari posisi puncak 10 hari di level 112,19 terhadap yen. Ini berdiri di level 111,19 yen pada hari ini atau melemah 0,2%. Euro terhadap USD naik 0,2% menjadi USD1,0676 namun tetap tidak jauh di atas posisi rendahnya di level 1,0649, terlemah sejak 15 Maret.
(izz)