IHSG Siang Meroket ke Level 5.604, Rupiah Mixed
Senin, 03 April 2017 - 12:35 WIB
IHSG Siang Meroket ke Level 5.604, Rupiah Mixed
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini bergerak mixed, untuk melanjutkan tren negatif setelah sesi pagi mendatar. Penyusutan mata uang Garuda, berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih kokoh bertahan di zona hijau.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berada pada level Rp13.322/USD atau stagnan dari penutupan akhir pekan kemarin di level yang sama. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.314-Rp13.327/USD.
Sementara data SINDOnews bersumber pada Limas hingga sesi I menunjukkan penguatan rupiah yang berada di level Rp13.321/USD. Posisi ini atau masih lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.330/USD.
Poisi rupiah pada Yahoo Finance juga menunjukkan penguatan, meski tidak terlalu besar untuk berada di level Rp13.318/USD atau membaik dari penutupan akhir pekan kemarin Rp13.320/USD. Pada awal pekan ini, rupiah bergerak di kisaran level Rp13.306 -Rp13.325/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.324/USD. Posisi ini sedikit tergelincir dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.321/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini meroket ke level 5.604,65 dengan tambahan 36,54 poin atau 0,66%. Sedangkan pagi tadi bursa Tanah Air dibuka menguat atau naik sebesar 17,08 poin setara dengan 0,31% ke level 5.585,19 dan kemarin ditutup negatif dengan melemah 24,85 poin atau 0,44% ke level 5.568,11.
Sektor saham dalam negeri bergerak mayoritas positif dipimpin kenaikan tertinggi perdagangan mencapai 1,55% diikuti konsumer yang bertambah 0,90%. Pelemahan terdalam justru terjadi pada sektor properti sebesar minus 1,05%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp3,28 triliun dengan 5,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing sebesar Rp249,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp970,4 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1,22 triliun. Tercatat 168 saham naik, 148 turun dan 100 mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Paninvest Tbk. (PNIN). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG), PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) serta PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berada pada level Rp13.322/USD atau stagnan dari penutupan akhir pekan kemarin di level yang sama. Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.314-Rp13.327/USD.
Sementara data SINDOnews bersumber pada Limas hingga sesi I menunjukkan penguatan rupiah yang berada di level Rp13.321/USD. Posisi ini atau masih lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.330/USD.
Poisi rupiah pada Yahoo Finance juga menunjukkan penguatan, meski tidak terlalu besar untuk berada di level Rp13.318/USD atau membaik dari penutupan akhir pekan kemarin Rp13.320/USD. Pada awal pekan ini, rupiah bergerak di kisaran level Rp13.306 -Rp13.325/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.324/USD. Posisi ini sedikit tergelincir dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.321/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini meroket ke level 5.604,65 dengan tambahan 36,54 poin atau 0,66%. Sedangkan pagi tadi bursa Tanah Air dibuka menguat atau naik sebesar 17,08 poin setara dengan 0,31% ke level 5.585,19 dan kemarin ditutup negatif dengan melemah 24,85 poin atau 0,44% ke level 5.568,11.
Sektor saham dalam negeri bergerak mayoritas positif dipimpin kenaikan tertinggi perdagangan mencapai 1,55% diikuti konsumer yang bertambah 0,90%. Pelemahan terdalam justru terjadi pada sektor properti sebesar minus 1,05%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp3,28 triliun dengan 5,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing sebesar Rp249,8 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp970,4 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1,22 triliun. Tercatat 168 saham naik, 148 turun dan 100 mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Paninvest Tbk. (PNIN). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG), PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) serta PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA).
(akr)
Lihat Juga :