Wall Street Menyusut Dipicu Lesunya Penjualan Automotif

Selasa, 04 April 2017 - 08:13 WIB
Wall Street Menyusut...
Wall Street Menyusut Dipicu Lesunya Penjualan Automotif
A A A
NEW YORK - Wall Street ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan kemarin waktu setempat, ketika penjualan mobil pada Maret menunjukkan tren negatif. Sementara investor mempertanyakan apakah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal memberikan stimulus yang pro-bisnis untuk menjadi pendorong ekonomi.

Sektor saham sendiri sempat menyentuh rekor tertinggi, setelah Trump berjanji memotong pajak, mengurangi birokrasi dan menghabiskan dana yang lebih besar pada sektor infrastruktur. Investor terus berharap bahwa kebijakan Trump bakal mampu meningkatkan perekonomian seiring makin ketidakpastian global.

General Motors merupakan salah satu yang menjadi beban terbesar indeks S & P 500, usai penjualan mobil pada bulan Maret berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini menjadi sinyal awal penjualan mobil Amerika kemungkinan akhirnya bakal kehilangan peminat.

"Otomatis penjualan yang mengecewakan, bakal menjadi sorotan untuk orang banyak dan itu adalah berita sangat penting," ucap Kepala Strategi Pasar Michael O'Rourke di Greenwich, Connecticut seperti dilansir Reuters, Selasa (4/4/2017).

Indeks utama mencetak kerugian, setelah banyak yang menentang kebijakan Presiden Donald Trump untuk menangguhkan standar efisiensi energi. Tantangan lainnya datang hampir selema dua bulan setelah Republik harus menarik reformasi kesehatan karena kurangnya dukungan.

Sentimen negatif datang dari berita ledakan di kereta bawah tanah St Petersburg yang menewaskan sepuluh orang pada awal pekan kemarin, dan pemerintah Rusia belum memastikan apakah itu serangan teroris atau Di sisi lain, Trump mengeluarkan kemungkinan mengamankan kerja sama dengan beberapa negara.

Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 11,38 poin atau 0,06% ke level 20.651,84 dan indeks S & P 500 SPX kehilangan 3,8 poin atau 0,16% pada posisi 2.358,92. Sedangkan komposit Nasdaq melemah sebesar 17,06 poin atau 0,29% menjadi 5.894,68.

Delapan dari 11 sektor utama S & P 500 lebih rendah, dipimpin kejatuhan indeks konsumen. Saham GM (GM.N) turun 3,4%, sementara O'Reilly otomotif Inc sebagai pengecer onderdil mobil jatuh 4%. Fiat Chrysler (FCAU. N) tenggelam 4,8% dan saham Ford (F.N) jatuh 1,7%. Sekitar 6,8 miliar saham diperdagangkan dalam 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
21 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
41 menit yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
9 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
9 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
9 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
10 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved