Ditjen Pajak Pisah dari Kemenkeu Bakal Perpanjang Birokrasi

Selasa, 04 April 2017 - 11:33 WIB
Ditjen Pajak Pisah dari...
Ditjen Pajak Pisah dari Kemenkeu Bakal Perpanjang Birokrasi
A A A
JAKARTA - Institute Development of Economic and Finance (Indef) menilai, wacana pemisahan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari Kemenkeu tidak akan membuat kinerja Ditjen Pajak menjadi lebih efisien. Wacana tersebut justru akan memperpanjang rantai birokrasi di ‎Indonesia.

(Baca Juga: Sri Mulyani Keberatan Ditjen Pajak Pisah dari Kemenkeu )

Ekonom Indef Aviliani mengungkapkan, di beberapa negara memang ada yang memisahkan otoritas pajak dari Kementerian Keuangan. Namun, jika dua institusi ini dipisah maka keduanya ditakutkan akan memiliki kebijakan yang berbeda dan tidak sejalan.

"‎Jadi gini ya, menurut saya memang di beberapa negara ada yang memisahkan dan ada yang tidak. Kalau dipisahkan juga hanya mencari sumber pendapatan saja. Tapi menurut saya akan memperpanjang birokrasi. Kalau udah lembaga sendiri jadi masing-masing punya (kebijakan)," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Menurutnya, meningkatkan penerimaan pajak tidak perlu dengan memisahkan Ditjen Pajak dengan Kemenkeu. Karena yang menjadi permasalahan saat ini adalah, kurangnya sumber daya manusia (SDM) di Ditjen Pajak untuk menarik pajak dan meningkatkan penerimaan negara.

"Masalahnya bukan pemisahan ya, tapi jumlah orang untuk menangani itulah yang belum memenuhi. Jadi menurut saya mungkin di dalam Ditjen Pajak bidangnya yang perlu diperbanyak dan menambah orang,"‎ imbuh dia.

Selain itu, tambah mantan Komisaris Bank Mandiri ini, peningkatan penerimaan negara juga dapat dilakukan dengan menyatukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan e-KTP atau dengan membentuk identitas tunggal (single identity)‎. Sebab, program pengampunan pajak atau tax amnesty yang baru berakhir kemarin belum cukup ampuh menambah wajib pajak baru di Indonesia.

"‎Penambahan WP hanya 3,5 juta yang baru. Yang ikut TA (tax amnesty) juga enggak terlalu banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa belum semua orang sadar bayar pajak.‎ Paling tidak di Indonesia 50 juta orang kaya sudah wajib pajak dong. Kalau kita lihat tidak sampai 50 juta. Nah ini yang menurut saya PR terbesar," tuturnya.

Aviliani menilai, pemisahan Ditjen Pajak dari Kemenkeu tanpa diikuti dengan pemberlakuan single identity tak akan mempan meningkatkan rasio pajak nasional. "Kalau dipisah pun, tapi tidak single identity dan tidak menambah orang itu tidak akan meningkatkan rasio pajak kita. Jadi tetap digabung saja," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Penjelasan Ditjen Pajak...
Penjelasan Ditjen Pajak Soal Pengenaan Bea Meterai Rp10.000
Tingkatkan Transparansi,...
Tingkatkan Transparansi, PLN-Ditjen Pajak Integrasi Data Perpajakan
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp57 Miliar, 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Divonis Hari Ini
Perkuat Sistem Perpajakan,...
Perkuat Sistem Perpajakan, Ditjen Pajak Gandeng LG CNS dan Deloitte Consulting
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved