Bursa Saham Asia Mixed, IHSG Akhir Pekan Dibuka Memerah
Jum'at, 07 April 2017 - 09:14 WIB
Bursa Saham Asia Mixed, IHSG Akhir Pekan Dibuka Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah meski pada perdagangan kemarin ditutup meroket. Bursa saham Tanah Air sesi pagi ini dibuka menyusut sebesar 6,72 poin atau 0,12% ke level 5.673,52 di tengah bursa saham Asia yang dibuka mixed (variatif).
Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil ditutup melesat di zona hijau, meski dibuka melemah hingga sesi siang. IHSG kemarin ditutup meroket ke level tertinggi 5.680,24 dengan tambahan 3,26 poin atau 0,06%.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di zona merah. Di mana sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur sebesar 0,91% dan sektor yang menguat hanya pertambangan yang naik 0,77%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp32 miliar dengan 16 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp2,96 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp17,42 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp14,46 miliar. Tercatat 14 saham menguat, 17 turun dan 13 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp250 menjadi Rp68.250, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp150 menjadi Rp17.475, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp75 menjadi Rp6.225.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp250 menjadi Rp28.750, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp125 menjadi Rp12.300, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) kehilangan Rp125 menjadi Rp13.275.
Di sisi seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia dibuka mixed. Di mana Indeks Nikkei 225 dibuka menguat di perdagangan Asia setelah jatuh lebih dari 1% pada sesi sebelumnya.
Di Korea Selatan (Korsel) Indeks Kospi turun 0,19% dan di Australia, Indeks ASX 200 mampu naik sebesar 0,12%. Keuntungan pada indeks patokan Australia ini didukung sektor utilitas yang melonjak 1,71%.
Sementara, di pasar saham daratan China, Shanghai Composite turun sebesar 0,11% dan Shenzhen Composite lebih rendah sebesar 0,162%. Selain itu, patokan Indeks Hong Kong, Hang Seng Index turun 0,61%.
Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil ditutup melesat di zona hijau, meski dibuka melemah hingga sesi siang. IHSG kemarin ditutup meroket ke level tertinggi 5.680,24 dengan tambahan 3,26 poin atau 0,06%.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di zona merah. Di mana sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur sebesar 0,91% dan sektor yang menguat hanya pertambangan yang naik 0,77%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp32 miliar dengan 16 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp2,96 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp17,42 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp14,46 miliar. Tercatat 14 saham menguat, 17 turun dan 13 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp250 menjadi Rp68.250, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp150 menjadi Rp17.475, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp75 menjadi Rp6.225.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp250 menjadi Rp28.750, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp125 menjadi Rp12.300, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) kehilangan Rp125 menjadi Rp13.275.
Di sisi seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia dibuka mixed. Di mana Indeks Nikkei 225 dibuka menguat di perdagangan Asia setelah jatuh lebih dari 1% pada sesi sebelumnya.
Di Korea Selatan (Korsel) Indeks Kospi turun 0,19% dan di Australia, Indeks ASX 200 mampu naik sebesar 0,12%. Keuntungan pada indeks patokan Australia ini didukung sektor utilitas yang melonjak 1,71%.
Sementara, di pasar saham daratan China, Shanghai Composite turun sebesar 0,11% dan Shenzhen Composite lebih rendah sebesar 0,162%. Selain itu, patokan Indeks Hong Kong, Hang Seng Index turun 0,61%.
(izz)
Lihat Juga :