Rupiah Dibuka Ambruk Saat USD Sedikit Bangkit

Jum'at, 07 April 2017 - 10:17 WIB
Rupiah Dibuka Ambruk...
Rupiah Dibuka Ambruk Saat USD Sedikit Bangkit
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini tidak mampu melanjutkan penguatan pada penutupan kemarin alias melemah meski tidak terlalu mendalam. Hal ini di tengah menguatnya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka melemah ke level Rp13.341/USD. Posisi ini memburuk dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.327/USD.

Sementara data Bloomberg menunjukkan rupiah pada awal perdagangan juga melemah ke level Rp13.333/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.328/USD dan pada pukul 10.05 WIB semakin melemah ke level Rp13.342/USD dengan kisaran level Rp13.327-Rp13.366/USD.

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini juga tidak berdaya ke level Rp13.333/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.331/USD. Pada pukul 10.07 WIB makin melemah ke level Rp13.338/USD dengan kisaran harian Rp13.328-Rp13.345/USD.

Di sisi lain, data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah dibuka justru menguat ke level Rp13.334/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.355/USD.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (7/4/2017), USD stabil di tengah rencana adanya pertemuan China dan AS serta menunggu data pekerjaan AS. USD naik tipis di jalur untuk kenaikan mingguan sederhana, karena investor gugup menunggu hasil pembicaraan antara Presiden AS dan China.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam rival mata uang utama, naik 0,1% menjadi 100,73 artau naik 0,4% untuk pekan ini. Terhadap mitra Jepang, USD naik tipis 0,1% menjadi 110,92 atau turun 0,4% untuk pekan ini.

Hari ini laporan data nonfarm payrolls AS diperkirakan akan menunjukkan peningkatan dari 180.000 pekerjaan pada Maret, dibandingkan dengan 235.000 pada Februari, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang bisa memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan membuat kenaikan suku bunga dua kali lagi tahun ini.

Euro terhadap USD malah tercatat mendatar di level 1,0643 setelah komentar dovish dari Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi membantu mendorong euro ke level 1,0629. Namun euro terhadap USD tercatat melemah 0,1% untuk pekan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
30 menit yang lalu
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
35 menit yang lalu
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
48 menit yang lalu
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
49 menit yang lalu
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
1 jam yang lalu
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
2 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved