Bursa Asia Variatif, IHSG Berakhir di Area Negatif

Jum'at, 07 April 2017 - 16:37 WIB
Bursa Asia Variatif,...
Bursa Asia Variatif, IHSG Berakhir di Area Negatif
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup tidak berdaya alias tidak mampu untuk menuju zona hijau. IHSG berakhir melemah 0,47% setara 26,75 poin ke level 5.653,49 di tengah bursa saham Asia ditutup mixed (variatif).

IHSG pada pembukaan tadi pagi dibuka turun 6,72 poin atau 0,12% ke level 5.673,52 dan terus berlanjut hingga sesi I menyusut ke level 5.645,30 setelah kehilangan hingga 34,94 poin atau setara dengan 0,62%. Sedangkan pasar saham dalam negeri kemarin berakhir meroket ke level 5.680,24 dengan tambahan 3,26 poin atau 0,06%.

Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di area negatif, hanya sektor pertambangan dan perdagangan yang menguat masing-masing sebesar 0,76% dan 0,07%. Sementar sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri sebesar 1,50%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,40 triliun dengan 9,73 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing sebesar Rp1,35 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp1,95 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,31 triliun. Tercatat 119 saham menguat, 210 melemah dan 118 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp200 menjadi Rp68.200, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp175 menjadi Rp5.925, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp100 menjadi Rp112.000.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) turun Rp420 menjadi Rp1.760, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp225 menjadi Rp6.475, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp175 menjadi Rp8.575.

Seperti dilansir CNBC, Jumat (7/4/2017) bursa saham Asia ditutup mixed alias variatif setelah harga minyak melonjak lebih dari 2% dan Nikkei jatuh ke posisi terendah empat bulan setelah AS menembakkan puluhan rudal jelajah di lapangan terbang Suriah.

Saham Asia awalnya jatuh setelah berita tentang serangan rudal pecah tetapi kemudian stabil. Nikkei rata-rata dalam empat bulan di level 18.517,43 meskipun indeks telah membuat keuntungan 0,8% di awal sesi. Indeks acuan Jepang pulih untuk menutup naik 0,36% atau 67,57 poin ke level 18.664,63.

Di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup turun 0,05% atau 1,02 poin ke level 2.151,73, sedangkan di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,11% atau 6,215 poin menjadi berakhir ke level 5.862,5.

Pasar saham China berada di zona hijau, dengan Shanghai Composite 0,22% lebih tinggi dan Shenzhen Composite naik 0,043%. Sedangkan di Hong Kong, Indeks Hang Seng turun 0,62%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
IHSG Dibuka Tergelincir...
IHSG Dibuka Tergelincir ke Zona Merah, Awal Pekan Kehilangan 8,47 Poin
Berita Terkini
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
28 menit yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
47 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
8 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
9 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
10 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
12 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved