Harga Minyak Melonjak Setelah Serangan AS ke Suriah

Sabtu, 08 April 2017 - 06:18 WIB
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak Setelah Serangan AS ke Suriah
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah melonjak pada perdagangan Jumat (7/4/2017) setelah Amerika Serikat melepas 59 rudal tomahawk ke pangkalan udara pemerintah Suriah. Hal ini membuat harga si emas hitam meningkat 3% pada sepekan ini.

Melansir dari Reuters, Sabtu (8/4/2017), para analis mengkhawatirkan serangan AS bisa membuat konflik menjadi menyebar di wilayah yang kaya minyak.

Harga minyak mentah berjangka Brent International ditutup naik 35 sen menjadi USD55,24 per barel. Brent mencapai sesi tinggi sebesar USD56,08 per barel tidak lama setelah serangan rudal AS diumumkan. Untuk pekan ini, Brent telah naik 4,4%.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) melonjak 54 sen menjadi USD52,24 per barel, dan sempat menyentuh angka USD52,94 per barel usai serangan rudal tomahawk.

“Pasar minyak kembali dalam mode bullish (meningkat) dari pekan sebelumnya. Berita (serangan rudal AS ke Suriah) membawa risiko geopolitik yang bisa mempengaruhi harga minyak,” kata Frank Klumpp, analis minyak di Landesbank Baden-Wuerttemberg yang berbasis di Stuttgart, Jerman.

Kendati Suriah bukan produsen minyak utama, namun serangan AS yang mendapat dukungan dari Arab Saudi, Turki, dan Israel, dikhawatirkan bisa meningkatkan eskalasi konflik di wilayah yang kaya minyak tersebut.

Carl Larry, konsultan minyak dan gas di Frost and Sullivan mengatakan, serangan AS ke Suriah bisa membuat kondisi menjadi jelek dan pasar bisa melompat dengan cepat.

Pasalnya, serangan AS ini bersamaan dengan mulai tingginya harga minyak dan meningkatnya permintaan Amerika. Sementara dua negara produsen minyak lainnya, Irak dan Venezuela akhirnya memilih untuk memangkas produksinya. Kedua negara sepakat memangkas produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.

Adapun produsen minyak non-OPEC, Kanada juga mengurangi produksi menyusul kebakaran di salah satu kilang mereka. “Pengurangan produksi di Kanada bisa memiliki efek dalam mendukung (kenaikan) harga,” ujar Carsten Fritsch, analis komoditas di Commerzbank Jerman.

Selain minyak, emas, valuta asing dan pasar obligasi bereaksi keras alias bergejolak atas serangan rudal AS ke rezim Bashar al-Assad.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
30 menit yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
44 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
1 jam yang lalu
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
1 jam yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
1 jam yang lalu
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved