Harga Bawang Merah Anjlok, Pemerintah Diminta Bertindak

Senin, 10 April 2017 - 15:48 WIB
Harga Bawang Merah Anjlok,...
Harga Bawang Merah Anjlok, Pemerintah Diminta Bertindak
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pemberdayaan Petani Bawang Merah Indonesia (APP BAMINDO) mendesak pemerintah untuk meninjau ulang keputusan impor bawang bombay, lantaran telah menekan harga bawang merah lokal. Kondisi ini membuat harga bawang merah di tingkat petani pada sejumlah daerah penghasil bawang merah di Tanah Air, semakin terjepit.

Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI telah bersihkukuh untuk tidak melakukan impor bawang merah, yang terlihat pada terbitnya peraturan Kementerian Pertanian Nomor 86 tahun 2013 di mana Pemerintah tidak akan mengeluarkan izin impor bawang merah segar dan cabai merah segar. Namun di sisi lain, pemerintah mengizinkan adanya impor bawang Bombay yang berbiji besar dengan harga yang sangat murah.

Impor bawang bombay yang awalnya diperuntukkan untuk kepentingan konsumsi hotel, restoran, pabrik, dan seterusnya. Sayang sekali, fakta di lapangan hasil survei APP BAMINDO terlihat, bawang bombay tersebut telah menyelinap masuk ke pasar-pasar induk dan tradisional. Konsekuensinya, harga bawang bombay telah merusak pasar, terutama pasar bagi produk bawang merah lokal.

Ketua Umum, APP BAMINDO Umar Jahidin dalam keterangan resminya mengatakan, akibatnya harga bawang merah lokal yang makin terperosok. Survei APP BAMINDO mencatat, bahwa di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang serta sejumlah pasar induk di wilayah Jabodetabek, terus mengalami penurunan harga bawang merah secara signifikan. Awalnya, masih di kisaran angka Rp20.000 hingga 22.000 per kg menjadi Rp13.000 sampai dengan 16.000 per kg.

"Efek berikutnya, harga bawang merah lokal di tingkat petani menjadi sangat murah, yakni hanya kisaran Rp11.000 sampai dengan Rp13.000 per kg. Akhirnya petani merugi secara masif. Sejatinya, jika terjadi harga bawang merah telah di bawah Rp17.000 per kg, maka Pemerintah dalam hal ini Bulog harus melakukan intervensi dan wajib wajib menampung bawang petani," ungkapnya.

Dia menambahkan masalahnya Bulog dinilai sebagai lembaga birokrasi besar yang kurang tanggap karena dihimpit oleh birokrasi berbeli-belit. Dengan berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pemerintah tampak terseok-seok menangani masalah tersebut. "Pemerintah harus segera meninjau ulang keputusan impor bawang Bombay, kendati dalam praktiknya tidak bisa diawasi secara ketat," terang dia.

Kendati dalam praktiknya tidak bisa diawasi secara ketat. Menurutnya dia jika terpaksa Pemerintah mau bertahan dengan keputusannya, maka harus diawasi secara ketat pelaksaan peredaran bawang bombay tersebut. "Kami mensinyalir adanya pihak-pihak yang berkepentingan memanfaatkan kesempatan untuk tujuan keuntungan pribadi," paparnya

Pemerintah melalui aparatnya diminta harus telaten dan rajin memantau peredaran bawang di pasar rakyat (tradisional) sehingga tidak terjadi distirsi harga Menindak secara tegas pihak terkait yang masih melanggar, termasuk pedagang yang masih berani menjual bawang impor, baik yang legal maupun bawang ilegal. Jangan ada kompromi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Khasiat Bawang Merah...
Khasiat Bawang Merah yang Telah Dibuktikan oleh Al Quran dan Sains
Pasokan Bawang Merah...
Pasokan Bawang Merah Jelang Lebaran Dijamin Aman
Barantan Kementan Tahan...
Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
Petani Bawang Brebes...
Petani Bawang Brebes Mengeluhkan Masuknya Bawang Bombai Mini Tanpa Izin
Harga Bawang Merah Tembus...
Harga Bawang Merah Tembus Rp60.000/Kg
Jelang Idul Adha, Harga...
Jelang Idul Adha, Harga Bawang Merah Melonjak di Sejumlah Daerah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
35 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved