Rupiah Ditutup Enggan Bergerak, Yen Balik Melawan USD

Selasa, 11 April 2017 - 16:38 WIB
Rupiah Ditutup Enggan...
Rupiah Ditutup Enggan Bergerak, Yen Balik Melawan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini bergerak mendatar, atau cenderung variatif sepanjang hari. Sulit menguatnya mata uang Garuda terjadi saat Yen balik melawan USD.

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup menyusut ke level Rp13.280/USD atau menyusut dari posisi penutupan awal pekan kemarin di posisi Rp13.255/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran Rp13.253-Rp13.365/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini berada pada level Rp13.278/USD. Posisi ini memburuk dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.253/USD.

Sementara berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga tercatat menguat tipis ke posisi Rp13.281/USD dibanding sebelumnya di level Rp13.286/USD. Rupiah hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.270-Rp13.291/USD.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.282/USD. Posisi ini lebih baik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.323/USD.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (11/4/2017) Yen menjadi pilihan investasi yang aman, usai meningkat pada perdagangan di Eropa hari ini ketika investor menaruh perhatian khusus kepada tindakan Amerika Serikat (AS) kepada Suriah dan Korea Utara (Korut) untuk meningkatkan risiko, ditambah ketidakpastian jelang pemilihan Presiden Prancis.

Seperti diketahui sebelumnya tindakan militer AS dengan melayangkan rudal ke pangkalan udara Suriah, ditegaskan sebagai pembalasan terhadap penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil di Suriah. Lebih lanjut pihak AS juga menerangkan hal itu sebagai peringatan terhadap negara-negara lain yang dalam hal ini diyakini adalah Korut.

Tercatat USD mencetak kerugian untuk melanjutkan tren negatif sebelumnya terhadap mata uang Jepang, usai tergelincir 0,4% menjadi 110.54 saat melawan Yen. Posisi ini menjauh dari hari sebelumnya yang menyentuh level tertinggi yakni 111.57. Di sisi lain indeks USD yang mengukur mata uang Negeri Paman Sam terhadap enam mata uang utama lainnya sedikit lebih tinggi pada posisi 100.98.

Analis mata uang dari Commerzbank di Frankfurt Thu Lan Nguyen mengatakan rally dolar yang terlihat selama sepekan terakhir dapat menjadi sedikit berlebihan mengingat risiko yang masih harus dihadapi. "Pasar menjadi lebih berhati-hati tentang kebijakan (AS), dengan memperhatikan peningkatan risiko," ucap Kepala Ekonom IHS Markit Harumi Taguchi.

Investor juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian dari apa yang terlihat saat ini, menjelang pemilihan Presiden Prancis. Euro mengalami kejatuhan ke posisi terendah dalam empat bulan versus yen, mencapai sebesar 0,4% untuk berada di level 116.880. Sedangkan terhadap USD, masih lebih rendah 0,1% ke posisi 1.0592.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
17 menit yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
51 menit yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
1 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
1 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
2 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
2 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved