IHSG Dibuka Menghijau meski Bursa Asia Mayoritas Lesu
Kamis, 13 April 2017 - 09:12 WIB
IHSG Dibuka Menghijau meski Bursa Asia Mayoritas Lesu
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka mampu di zona hijau alias menguat sebesar 15,10 poin atau 0,27% ke level 5.659,26 meski bursa saham Asia dibuka mayoritas melemah.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 16,22 poin atau 0,29% ke level 5.644,15 pada saat bursa saham Asia berakhir (mixed) variatif.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp35,93 miliar dengan 6,10 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi hari ini dan transaksi bersih asing Rp988,80 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp654,68 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1,64 triliun. Tercatat 150 saham naik, 123 turun dan 89 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp250 menjadi Rp65.200, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) naik Rp200 menjadi Rp3.000, dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp70 menjadi Rp2.070.
Sementara bebarapa saham yang melemah di antaranya Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) turun Rp120 menjadi Rp4.600, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp60 menjadi Rp1.970, dan PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) turun Rp55 menjadi Rp705.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/4/2017), bursa saham Asia mayoritas melemah di awal perdagangan hari ini, menyusul komentar yang dibuat Presiden AS Donald Trump bahwa USD terlalu kuat.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 1% di belakang penguatan yen. Di Australia, Indeks ASX 200 lebih rendah sebesar 0,76% sedangkan di Korea Selatan, Indeks Kospi sedikit lebih tinggi atau naik 0,07%.
Pasar saham daratan China dibuka lebih rendah. Shanghai Composite turun 0,25% dan Shenzhen Composite melemah turun 0,053%. Sedangkan Indeks Hang Seng jatuh 0,4%.
USD merosot setelah Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal bahwa itu mendapatkan "terlalu kuat." Sebagai tanggapan, indeks USD turun ke level terendah sejak 30 Maret dan diperdagangkan terhadap beberapa mata uang di level 100,12, melanjutkan sesi penurunan ketiga.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 16,22 poin atau 0,29% ke level 5.644,15 pada saat bursa saham Asia berakhir (mixed) variatif.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp35,93 miliar dengan 6,10 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi hari ini dan transaksi bersih asing Rp988,80 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp654,68 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp1,64 triliun. Tercatat 150 saham naik, 123 turun dan 89 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp250 menjadi Rp65.200, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) naik Rp200 menjadi Rp3.000, dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp70 menjadi Rp2.070.
Sementara bebarapa saham yang melemah di antaranya Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) turun Rp120 menjadi Rp4.600, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp60 menjadi Rp1.970, dan PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) turun Rp55 menjadi Rp705.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/4/2017), bursa saham Asia mayoritas melemah di awal perdagangan hari ini, menyusul komentar yang dibuat Presiden AS Donald Trump bahwa USD terlalu kuat.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 1% di belakang penguatan yen. Di Australia, Indeks ASX 200 lebih rendah sebesar 0,76% sedangkan di Korea Selatan, Indeks Kospi sedikit lebih tinggi atau naik 0,07%.
Pasar saham daratan China dibuka lebih rendah. Shanghai Composite turun 0,25% dan Shenzhen Composite melemah turun 0,053%. Sedangkan Indeks Hang Seng jatuh 0,4%.
USD merosot setelah Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal bahwa itu mendapatkan "terlalu kuat." Sebagai tanggapan, indeks USD turun ke level terendah sejak 30 Maret dan diperdagangkan terhadap beberapa mata uang di level 100,12, melanjutkan sesi penurunan ketiga.
(izz)
Lihat Juga :