USD Makin Ambles, Rupiah Hari Ini Dibuka Perkasa

Kamis, 13 April 2017 - 10:18 WIB
USD Makin Ambles, Rupiah...
USD Makin Ambles, Rupiah Hari Ini Dibuka Perkasa
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka perkasa alias dan menjauh dari level Rp13.300/USD. Pergerakan mata uang Garuda ini di tengah semakin memburuknya kondisi USD yang terpengaruh komentar Presiden AS Donald Trump.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka berhasil menguat ke level Rp13.264/USD. Posisi ini lebih baik dari kemarin yang berada di level Rp13.298/USD.

Penguata juga terlihat pada data Bloomberg yang menunjukkan rupiah pada awal perdagangan berada di posisi Rp13.266/USD dengan kisaran harian Rp13.253-Rp13.273/USD. Rupiah sendiri terlihat membaik dibanding sebelumnya di level Rp13.275/USD.

Sementara posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini dibuka di level Rp13.272/USD atau membaik dari posisi kemarin di level Rp13.281/USD. Pada pukul 10.00 WIB terus menguat ke level Rp13.265/USD dengan kisaran di level Rp13.245-Rp13.274/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Kamis (13/4/2017), USD merosor atau jatuh ke posisi terendah dalam lima bulan terhadap yen, setelah Presiden AS Donald Trump membantu mempercepat penurunan baru-baru ini dengan mengatakan bahwa mata uang terlalu kuat.

Greenback terpukul berat setelah Trump mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa dolar "semakin terlalu kuat" dan bahwa dia akan lebih memilih Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga rendah.

"Komentar Trump datang pada saat beberapa sudah mulai berpikir bahwa mungkin presiden tidak seperti mendukung dolar yang lemah," kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays di Tokyo.

Mata uang AS lebih rendah pada level 109,000 terhadap yen setelah tergelincir ke level terendah dalam lima bulan dari posisi 108,920. Ini melemah 1,8% terhadap yen sejauh pekan ini, dengan mata uang safe haven Jepang sudah pada pijakan bullish karena kenaikan ketegangan geopolitik.

Ada kekhawatiran baru tentang pemilihan presiden Perancis dan kemungkinan aksi militer AS terhadap Suriah dan Korea Utara. Euro terhadap USD stabil di level 1,0669, tidak jauh dari level tinggi enam hari di level 1,0675.

USD melemah signifikan terhadap poundsterling dan franc Swiss, dan sebagai hasilnya indeks USD versus beberapa mata uang utama turun 0,6% pada level 100,100.

Dolar Australia diberi beberapa ruang karena greenback merosot atau naik 0,2% pada level 0,7542, menarik diri dari posisi rendah dalam tiga bulan di posisi 0,7473.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
6 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
7 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
8 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
10 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
11 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved