Pengusaha Imbau Waspadai Daging Sapi Glonggongan

Rabu, 26 April 2017 - 02:12 WIB
Pengusaha Imbau Waspadai...
Pengusaha Imbau Waspadai Daging Sapi Glonggongan
A A A
SEMARANG - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, kebutuhan daging sapi di Kota Semarang dipastikan akan mengalami peningkatan dari biasanya. Oleh karena itu masyarakat dihimbau untuk mewaspadai masuknya daging sapi glongongan dari luar Kota Semarang.

Ketua Perkumpulan Pengusaha Daging Semarang (PPDS) Kota Semarang Tanti Arisa menyatakan, tidak bisa dipungkiri, masih banyak daging Glonggongan yang beredar di Kota Semarang.

"Mengidentifikasi bentuk dan ciri daging sapi glongongan memang perlu diketahui oleh seluruh masyarakat Kota Semarang. Hal tersebut bertujuan, agar masyarakat tidak merasa dirugikan karena efek dari daging glonggong tersebut," katanya disela-sela lomba memasak daging sapi olahan, di balai kota kemarin.

Dia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki PPDS, persentase daging glonggongan yang beredar di Kota Semarang mencapai kurang lebih 75 %. Sedangkan untuk daging sapi kering, hanya di antara angka 25 %.

"Masyarakat selama ini belum banyak mengetahui ciri dari daging sapi glonggongan. Padahal, menurutnya, masyarakat mengalami kerugian jika membeli daging gelonggong. selain itu dagingnya juga tidak sehat," imbuhnya.

Oleh karena itu menjelang Ramadan masyarakat diajak harus lebih berhati-hati dan waspada ketika membeli daging sapi di pasaran. Menurut dia, konsumsi daging sapi di Kota Semarang cukup tinggi, dibandingkan kota-kota lain di Jawa Tengah.

Dengan tingginya tingkat konsumsi daging sapi, maka banyak daging sapi dari luar menyerbu masuk. "20 tahun yang lalu, Semarang dikenal dan berjaya kualitas dagingnya. Dengan pemotongan Sapi lokal yang bisa mencapai 150 ekor per hari. Berbeda dengan sekarang yang hanya 15 sampai 20 ekor per hari, sehingga daging sapi di Semarang didominasi daging dari luar,"jelasnya.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa ikut campur tangan dalam mengawasi masuknya daging sapi dari luar. Hal tersebut bertujuan, untuk memaksimalkan potensi daging sapi lokal dan daging kering.

Sementara Wakil Ketua 4 Tim Penggerak PKK Kota Semarang mengatakan, dalam lomba tersebut juga memberikan edukasi kepada masyarakat bagimana memilih daging sapi yang berkualitas dan membedakan daging glonggongan dan daging yang segar. "Pemahaman masyarakat akan daging glonggongan memang masih kurang. Oleh karena itu kami, melalui penggera PKK di tingkat kelurahan sampai RT terus mensosialisasikan," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
43 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved