USD Naik Tipis di Asia, Rupiah Dibuka Makin Tersungkur

Jum'at, 28 April 2017 - 10:05 WIB
USD Naik Tipis di Asia,...
USD Naik Tipis di Asia, Rupiah Dibuka Makin Tersungkur
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka kembali tersungkur setelah pada perdagangan kemarin ditutup melemah. Kondisi mata uang Garuda ini terjadi saat USD sedikit menguat di perdagangan Asia hari ini.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka terpuruk ke level Rp13.327/USD. Posisi ini jauh lebih buruk dari kemarin yang berada di level Rp13.299/USD.

Berdasar data SINDOnews dari Limas, rupiah menunjukkan pelemahan di level Rp13.325/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.310/USD.

Rupiah pada data Bloomberg menunjukkan pada awal perdagangan stabil di level Rp13.314/USD, namun semakin melemah pada pukul 09.55 WIB ke level RP13.335/USD dengan kisaran harian Rp13.310-Rp13.340/USD.

Sementara posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini justru membaik di level Rp13.294/USD atau menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.331/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.294-Rp13.328/USD, dan pada pukul 09.57 WIB berada di level Rp13.326/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/4/2017), USD naik tipis diperdagangan Asia, namun masih berada di jalur pelemahan terhadap beberapa mata uang lainnya. Sementara euro mengurangi beberapa kenaikan bulanannya setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan bias pelonggarannya.

Indeks USD yang mengukur mata uangnya terhadap enam mata uang utama naik tipis 0,1% menjadi 99,198. Namun, masih tercatat turun 0,8% untuk pekan ini dan 1,2% untuk April. Euro terhadap USD juga tercatat turun 0,1% ke level 1,0865, namun naik 1,3% untuk pekan ini dan 2% untuk bulan tersebut.

Kepala ECB Mario Draghi mengatakan setelah pertemuan kebijakan bank sentral bahwa penghapusan bias pelonggaran bank tidak dibahas, menekankan hambatan yang masih dihadapi ECB sebelum mulai memperketat kondisi pembiayaannya yang sangat longgar.

Namun, dia juga mengatakan bahwa pemulihan zona euro semakin solid dan risiko penurunan telah berkurang. Terhadap mitra Jepang, USD stabil di level 111,30 atau naik 2% untuk pekan ini namun masih turun 0,1% untuk bulan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
6 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
7 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
8 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
10 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
11 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved