Siap Negosiasi Ulang Perjanjian Dagang, AS Tunda Keluar dari NAFTA

Jum'at, 28 April 2017 - 10:41 WIB
Siap Negosiasi Ulang...
Siap Negosiasi Ulang Perjanjian Dagang, AS Tunda Keluar dari NAFTA
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada Meksiko dan Kanada bahwa dirinya ingin menegosiasikan ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara atau yang dikenal dengan sebutan NAFTA (North American Free Trade Agreement) dan bukan ingin membatalkannya. Sementara sebelumnya laporan terbaru menyatakan bahwa Trump siap menyusun perintah eksekutif untuk mengakhiri perjanjian dagang tersebut.

Seperti dilansir BBC, Jumat (28/4/2017) selama kampanye pemilu lalu, Trump menyebutkan NAFTA sebagai kesepatakan perdagangan terburuk yang pernah ada dan mematikan pekerja lokal AS. Namun Gedung Putih mengatakan, telah sepakat untuk tidak mengakhiri NAFTA saat ini, bahkan pemimpin Meksiko dan Kanada saat ini setuju untuk melakukan negosiasi ulang agar mengaktifkan NAFTA.

Kebalikan sikap AS ini mengejutkan pasar, sehingga membuat peso Meksiko dan dolar Kanada lebih tinggi setelah sempat mencetak kerugian awal pekan ini. Pihak AS kabarnya sedang mendesak para pemimpin Meksiko dan Kanada untuk melakukan negosiasi ulang secepat mungkin. "Ya, saya akan mengakhiri NAFTA pada dua atau tiga hari dari sekarang," ucap Trump.

"Presiden Meksiko yang memiliki hubungan sangat baik dengan saya, sempat menelepon. Begitu juga Perdana Menteri Kanada dan saya berhubungan baik, saya menyukai keduanya. Mereka menelepon saya dan mengatakan daripada mengakhiri NAFTA, Anda dapat menegosiasikan kembali," sambungnya.

"Saya sangat menyukai mereka sekali, serta menghormati negara mereka. Hubungan mereka sangat istimewa dan saya katakan bakal menahan atas terminasi. Mari kita lihat apakah kita dapat membuat kesepakatan yang adil. Karena NAFTA sudah menjadi kesepakatan yang mengerikan bagi Amerika Serikat," papar dia.

Komentar Trump tersebut muncul setelah beberapa hari setelah AS memberlakukan tarif baru terhadap ekspor kayu lunak Kanada. Organisasi Perdagangan Dunia mengatakan Meksiko dapat menuntut USD160 juta pertahun kepada Amerika Serikat terkait sanksi perdagangan ikan tuna (Tuna Dolphin Case). Di awal jabatanya, Trump telah memenuhi janji dengan menandatangi perintah eksekutif untuk mengundurkan dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
12 menit yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
36 menit yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
50 menit yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
1 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved