Tanpa Uni Eropa, Pasar Sawit Tetap Strategis

Jum'at, 28 April 2017 - 13:52 WIB
Tanpa Uni Eropa, Pasar...
Tanpa Uni Eropa, Pasar Sawit Tetap Strategis
A A A
PANGKAL PINANG - Pasar ekspor kelapa sawit dinilai masih tetap strategis meski tanpa Uni Eropa. Permintaan sawit di dalam negeri sendiri juga masih cukup tinggi.

(Baca: Kuartal I 2017, Pungutan Ekspor CPO Capai Rp3,3 Triliun )

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Dono Boestami mengatakan, melihat besarnya potensi sawit di Indonesia membuat negara-negara lain iri. Komoditas kelapa sawit dinilai paling efisien dibanding tanaman penghasil minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai, rapeseed, dan minyak bunga matahari.

"Tanaman sawit hanya tumbuh di iklim tropis, tidak bisa tumbuh di Amerika atau Eropa. Kita menguasai 65 juta ton pasokan minyak nabati dunia," ujarnya di Pangkal Pinang, Jumat (28/4/2017).

Dono menuturkan, dalam satu hektare (ha) kebun sawit, bisa menghasilkan 3,85 juta ton minyak sawit. Sementara soybean hanya menghasilkan 0,45 ton minyak dan rapeseed 0,69 ton per hektare. "Dari sisi produktivitas, sawit lebih unggul 4 ton per hektare dibanding soybean. Inilah yang mungkin diributkan karena mereka tidak bisa menanam sawit," ungkap dia.

Menurutnya, kelapa sawit menjadi industri perkebunan strategis. Permintaan minyak sawit akan mengikuti pertumbuhan penduduk dunia. Berdasarkan data BPDP Sawit, volume total ekspor produk sawit meningkat dari 2014 mencapai 21,77 juta ton, kemudian 2015 sebesar 26,39 juta ton, dan pada 2016 sebesar 28,26 juta ton. "Kebutuhan minyak dunia dari sawit masih on the track," ucapnya.

Ketua Dewan Pengawas BPDP Sawit Rusman Heriawan mengatakan, kelapa sawit merupakan komoditi strategis nasional yang berperan bagi ekonomi, pemasukan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, dan pengembangan wilayah.

"Dunia internasional dan masyarakat dalam negeri sangat menyoroti perkembangan industri ini," tutur Rusman.

Dia mengatakan, Eropa tidak akan bisa menghentikan kegiatan impor sawit karena luas lahan yang digunakan untuk menanam rapeseed dan kedelai akan habis tergerus. "Kalau mereka tidak impor sawit, tanahnya akan habis karena ditanam rapeseed semua," katanya.

Volume ekspor produk kelapa sawit mengalami penurunan pada kuartal I/2017. Penurunan volume ekspor memang biasa terjadi jika harga kelapa sawit tengah bagus seperti saat ini.

Berdasarkan data BPDP, volume ekspor sawit pada kuartal I/2017 sebesar 6,37 juta ton, lebih rendah dibanding kuartal I/2016 yang sebesar 7,35 juta ton. "Penurunan ekspor bisa juga disebabkan adanya pengembangan hilir. Secara volume turun tapi nilai ekspor sawit di kuarta pertama tetap meningkat," terang dia.

Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengelolaan Dana BPDP Sawit Agustinus Antonius mengatakan, program biodiesel yang dijalankan turut menstabilkan harga komoditas sawit secara otomatis.

Selain itu, dampak lain dari program biodiesel antara lain pengurangan Greenhouse Gas Emissions (GHG), utilisasi BBN berbasis sawit dalam negeri, pajak yang disetorkan, penyerapan tenaga kerja industri biodiesel, penghematan devisa dan ketergantungan bahan bakar fosil, dan nilai tambah industri hilir kelapa sawit melalui kegiatan produksi biodiesel.

"Sawit merupakan komponen penting. Ekspor sawit 12,32% dari total ekspor Indonesia. Pasar Eropa memang penting namun ada potensi pasar lain yang masih besar seperti India dan Pakistan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Jadi Faktor...
Indonesia Jadi Faktor Penentu Pembentukan Harga CPO Dunia
Ramalan 2022: Produksi...
Ramalan 2022: Produksi Minyak Sawit Indonesia dan Malaysia Bakal Meningkat
Dongkrak Harga TBS,...
Dongkrak Harga TBS, DMO dan DPO Sawit Perlu Segera Dicabut
Gapki Catat Produksi...
Gapki Catat Produksi CPO Naik 9,2% Jadi 4,5 Juta Ton di Oktober 2023
GAPKI Dorong Industri...
GAPKI Dorong Industri Sawit Jadi Andalan Hadapi Potensi Krisis 2023
Ambles 17,49% Sepekan,...
Ambles 17,49% Sepekan, Harga CPO Naik Tipis Hari Ini
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
2 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
3 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
3 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
4 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved