IHSG Diprediksi Bergerak Melemah Usai Libur Panjang
Selasa, 02 Mei 2017 - 07:44 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Melemah Usai Libur Panjang
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi akan kembali menguji support MA7 dan MA25. Rage pergerakan bursa saham Tanah Air akan berada di kisaran level 5.620-5.470.
Lebih lanjut dia menerangkan, pergerakan IHSG terkonsolidasi diarea overbought dengan mengkonfirmasi pola bearish harami setelah gagal mencapai ideal target 161,8% fibonacci. "Indikator stochastic dead-cross pada area jenuh dengan Indikator RSI yang tertekan keluar dari arah overbought menuju oversold," ujarnya di Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Sementara, IHSG akhir pekan lalu pun seakan mengikut mayoritas bursa d Asia dengan ditutup melemah 21,73 poin atau sebesar -0,38% di level 5.685,30 dengan volume yang relative kecil. Indeks pertanian menguat 1,12%, namun tidak mampu menahan tekanan IHSG sejak awal sesi perdagangan karena indeks sektor konsumer dan pertambangan memimpin pelemahan lebih dari 1%.
Aksi beli investor asing tetap terlihat Rp418.15 miliar disaat investor domestik bersikap hati-hati dipenutupan kuartal pertama tahun ini. "Sehingga pada pekan lalu aksi beli investor asing mencapai rekor tertinggi mingguan pada tahun ini sebesar Rp4,09 triliun dan rekor tertinggi bulanan pada tahun ini sebesar Rp13,69 triliun," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan di antaranya PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) dan PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA). Selanjutnya ada juga PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) serta PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT).
Lebih lanjut dia menerangkan, pergerakan IHSG terkonsolidasi diarea overbought dengan mengkonfirmasi pola bearish harami setelah gagal mencapai ideal target 161,8% fibonacci. "Indikator stochastic dead-cross pada area jenuh dengan Indikator RSI yang tertekan keluar dari arah overbought menuju oversold," ujarnya di Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Sementara, IHSG akhir pekan lalu pun seakan mengikut mayoritas bursa d Asia dengan ditutup melemah 21,73 poin atau sebesar -0,38% di level 5.685,30 dengan volume yang relative kecil. Indeks pertanian menguat 1,12%, namun tidak mampu menahan tekanan IHSG sejak awal sesi perdagangan karena indeks sektor konsumer dan pertambangan memimpin pelemahan lebih dari 1%.
Aksi beli investor asing tetap terlihat Rp418.15 miliar disaat investor domestik bersikap hati-hati dipenutupan kuartal pertama tahun ini. "Sehingga pada pekan lalu aksi beli investor asing mencapai rekor tertinggi mingguan pada tahun ini sebesar Rp4,09 triliun dan rekor tertinggi bulanan pada tahun ini sebesar Rp13,69 triliun," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan di antaranya PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) dan PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA). Selanjutnya ada juga PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) serta PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT).
(akr)
Lihat Juga :