IHSG Dibuka Menghijau Iringi Penyusutan Bursa Asia
Kamis, 04 Mei 2017 - 09:33 WIB
IHSG Dibuka Menghijau Iringi Penyusutan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau, setelah kemarin berakhir merosot. Bursa saham Tanah Air pagi ini naik 14,17 poin atau setara dengan 0,25% menjadi 5.661,54.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir ke level 5.647,37 usai kehilangan 28,44 poin atau 0,50%. Pada sesi pembukaan hari ini, sektor dalam negeri bergerak hampir semuanya menguat. Penguatan tertinggi dipimpin sektor keuangan naik 0,85% dan pertanian menjadi satu-satunya yang melemah 0,02%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp394 miliar dengan 485 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp34,9 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp99,78 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp134,7 miliar. Tercatat 115 saham naik, 58 turun dan 86 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp275 menjadi Rp15.150, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp80 menjadi Rp4.190 dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melompat Rp50 ke level Rp67.850.
Sementara saham yang melemah adalah PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) turun Rp50 menjadi Rp6.400, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) berkurang Rp50 menjadi Rp4.150 serta PT Intraco Penta Tbk. (INTA) menyusut Rp50 menjadi Rp304.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (4/5/2017) kebanyakan pasar saham Asia lebih rendah, saat bursa Jepang ditutup karena libur Greenery Day. Tercatat indeks patokan Australia berkurang 0,45% terimbas penurunan saham perbankan.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga mengalami kejatuhan sebesar 69,02 poin atau setara dengan 0,28% menjadi 24.627,11. Sementara bursa saham daratan China juga mencatat hasil negatif saat komposit Shanghai kehilangan 0,41% atau 12,83 poin ke level 3.122,52 dan komposit Shenzhen menyusut 0,51%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 12,55 poin atau 0,57% ke posisi 2.232,22. Indeks Straits Times Singapura tergelincir 0,48%, sedangkan indeks Taiwan yakni Taiex meningkat tipis 0,01%. Di sisi lain penurunan harga tambang setelah persediaan meningkat saat kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di China meningkat mengingat mereka konsumen terbesar di dunia untuk logam.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir ke level 5.647,37 usai kehilangan 28,44 poin atau 0,50%. Pada sesi pembukaan hari ini, sektor dalam negeri bergerak hampir semuanya menguat. Penguatan tertinggi dipimpin sektor keuangan naik 0,85% dan pertanian menjadi satu-satunya yang melemah 0,02%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp394 miliar dengan 485 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp34,9 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp99,78 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp134,7 miliar. Tercatat 115 saham naik, 58 turun dan 86 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp275 menjadi Rp15.150, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp80 menjadi Rp4.190 dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melompat Rp50 ke level Rp67.850.
Sementara saham yang melemah adalah PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) turun Rp50 menjadi Rp6.400, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) berkurang Rp50 menjadi Rp4.150 serta PT Intraco Penta Tbk. (INTA) menyusut Rp50 menjadi Rp304.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (4/5/2017) kebanyakan pasar saham Asia lebih rendah, saat bursa Jepang ditutup karena libur Greenery Day. Tercatat indeks patokan Australia berkurang 0,45% terimbas penurunan saham perbankan.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga mengalami kejatuhan sebesar 69,02 poin atau setara dengan 0,28% menjadi 24.627,11. Sementara bursa saham daratan China juga mencatat hasil negatif saat komposit Shanghai kehilangan 0,41% atau 12,83 poin ke level 3.122,52 dan komposit Shenzhen menyusut 0,51%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 12,55 poin atau 0,57% ke posisi 2.232,22. Indeks Straits Times Singapura tergelincir 0,48%, sedangkan indeks Taiwan yakni Taiex meningkat tipis 0,01%. Di sisi lain penurunan harga tambang setelah persediaan meningkat saat kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di China meningkat mengingat mereka konsumen terbesar di dunia untuk logam.
(akr)
Lihat Juga :