Apindo Kesal UMP Kerap Jadi Alat Kampanye Calon Kepala Daerah

Jum'at, 05 Mei 2017 - 16:48 WIB
Apindo Kesal UMP Kerap...
Apindo Kesal UMP Kerap Jadi Alat Kampanye Calon Kepala Daerah
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengaku kesal lantaran upah minimum provinsi (UMP) kerap jadi alat kampanye calon kepala daerah. Padahal, mereka tidak pernah mengomunikasikan hal tersebut kepada pengusaha sebelumnya.

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, calon kepala daerah dalam kampanyenya menjanjikan UMP naik. Namun, pengusaha tidak terlebih dahulu diajak bicara. Padahal, kenaikan UMP erat kaitannya dengan dunia usaha.

"Contoh kurang baik yang kami hadapi adalah soal UMP. UMP ini dijadikan komoditas politik. Karena yang calon penguasa selalu isunya mau naikin UMP, tapi enggak pernah nanya sama kita," ujar Haryadi di Gedung DJP, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Menurutnya, suatu kebijakan yang dikomunikasikan secara dua arah akan menghasilkan kebijakan yang baik. Karena itu, bakal calon kepala daerah sudah sepatutnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dunia usaha jika ingin menjanjikan kenaikan upah.

"Itu suatu hal yang sangat baik untuk kita berkomunikasi dan melakukan komunikasi dua arah. Kebijakan dan komunikasi dua arah akan menciptakan hasil kebijakan publik yang baik. Tidak hanya DJP, tapi seluruh instansi pemerintah kami harap komunikasi yang baik," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Buruh Ngotot Minta UMK...
Buruh Ngotot Minta UMK Naik 25 Persen, Apindo Kota Cimahi: Kondisinya Berat
Pengusaha Nilai Tuntutan...
Pengusaha Nilai Tuntutan Kenaikan Upah Buruh Minimum 13% Tak Rasional
Cemas dengan Kabar Aturan...
Cemas dengan Kabar Aturan Kenaikan Upah Baru, Apindo Beberkan Potensi Bahayanya
Apindo Jabar Keukeuh...
Apindo Jabar Keukeuh Tolak Kenaikan UMK: Perusahaan Terbebani dan Bisa PHK Karyawan
UMK Depok 2025 Resmi...
UMK Depok 2025 Resmi Ditetapkan Rp5.195.720
Diprediksi UMK 2024...
Diprediksi UMK 2024 Hanya Naik 3 Persen, Buruh Tolak Mekanisme Penghitungan Penetapan Upah
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved