Jepang Berikan USD40 Juta Kepada ADB Kembangkan Teknologi Tingkat Tinggi

Sabtu, 06 Mei 2017 - 19:34 WIB
Jepang Berikan USD40...
Jepang Berikan USD40 Juta Kepada ADB Kembangkan Teknologi Tingkat Tinggi
A A A
YOKOHAMA - Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan negaranya akan menyediakan dana USD40 juta atau sekitar Rp532,8 miliar (Rp13.320/USD) kepada Asian Development Bank (ADB) untuk mempromosikan teknologi tingkat tinggi. Hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan infrastruktur berkualitas di Asia.

“Jepang telah mempromosikan infrastruktur berkualitas di Asia dalam kerja sama yang erat dengan perbankan,” kata Aso pada pertemuan tahunan ADB di Yokohama, seperti dilansir Reuters, Sabtu (6/5/2017).

Uang tersebut akan diberikan selama dua tahun ke dana ADB yang baru di buat. Sehingga bisa meningkatkan kualitas infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan sosial.

Suntikan dana Jepang ini bisa disebut bersaing dengan China, dimana Negeri Mao Tse-tung tersebut belakangan mulai meningkatkan pembiayaan infrastruktur di Asia. Alhasil kehadiran China membuat cemas Jepang. Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang dipimpin Beijing dapat membayangi ADB yang digagas Jepang.

AIIB dipandang sebagaian ekonom sebagai penantang bagi Bank Dunia yang didominasi Barat dan ADB, yang didanai oleh Jepang dan Amerika Serikat.

ADB sendiri belakangan mulai memperluas kegiatannya di luar pembiayaan infrastruktur, seperti pembiayaan untuk mengurangi kemiskinan, perawatan kesehatan, dan pendidikan.

Presiden ADB Takehiko Nakao mengatakan pada pertemuan tahunan bahwa investasi di bidang infrastruktur akan tetap menjadi prioritas. "Asia akan membutuhkan USD1,7 triliun per tahun untuk investasi listrik, transportasi, telekomunikasi dan air sampai tahun 2030," katanya.

Namun Nakao mencoba menepis persaingan ADB dengan AIIB. Ia mengatakan ADB akan bekerja sama dengan rencana pembangunan dan pengembangan infrastruktur China berdasarkan program “One Belt, One Road” yang dikenal sebagai program Jalur Sutera Modern. Ini sekaligus menampik kabar bahwa Jepang dan China saling bersaing menebar pengaruh di Asia melalui pembiayaan pembangunan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
ADB Dorong Asia Tenggara...
ADB Dorong Asia Tenggara Atasi Kesenjangan Digital, Nih 5 Sarannya
Bank Dunia: Ketidakpastian...
Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump
Bikin Iri, Ekonomi China...
Bikin Iri, Ekonomi China Diperkirakan Meroket 7,9 Persen
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
12 menit yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
26 menit yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
59 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
1 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
1 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Infografis
Turki tolak Permintaan...
Turki tolak Permintaan AS untuk Berikan S-400 kepada Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved