Transaksi Non Tunai Dorong Efisiensi Ekonomi

Senin, 08 Mei 2017 - 23:34 WIB
Transaksi Non Tunai...
Transaksi Non Tunai Dorong Efisiensi Ekonomi
A A A
JAKARTA - Maraknya transaksi secara elektronik (e-payment) mendorong efisiensi ekonomi sekaligus menahan inflasi. Dalam tiga tahun terakhir, peningkatan jumlah transaksi elektronik sejalan dengan penurunan inflasi.

Ekonom Universitas Padjadjaran, Kodrat Wibowo, menyatakan makin maraknya penggunaan transaksi elektronik di Indonesia harus terus didukung secara positif. "Keuntungan yang paling terasa adalah efisiensi waktu dan fisik," kata Kodrat di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Kodrat menjelaskan, efisiensi tersebut berupa pemangkasan waktu transaksi oleh masyarakat, sehingga mempercepat pelayanan dan penghematan waktu. Keberadaan para pengguna transaksi elektronik juga mempercepat pembentukan komunitas non-tunai (cashless society) yang bisa mengurangi peredaran uang di masyarakat.

Menurut Kodrat, semakin sedikitnya uang beredar secara tidak langsung akan memengaruhi inflasi. Sebab salah satu penyebab kenaikan inflasi adalah tingginya peredaran uang.

"Kalau dia tidak pegang uang tentu keinginan membelanjakan uang lebih kecil ketimbang terbiasa menyimpan uang dalam bentuk tunai," ujar Kodrat.

Data Bank Indonesia mencatat dalam tiga tahun terakhir, transaksi elektronik melonjak tajam. Pada 2016, transaksi elektronik tercatat 683,13 juta transaksi dengan nilai Rp7,06 triliun. Jumlah tersebut naik tajam dibandingkan 2015 sebanyak 535,58 juta transaksi senilai Rp5,28 triliun dan tahun 2014 sebanyak 203,37 juta transaksi senilai Rp3,32 triliun.

Sebaliknya, inflasi dalam tiga tahun terakhir terus turun. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi Indonesia pada 2016 tercatat 3,02%, lebih rendah dibandingkan tahun 2015 dan 2014 sebesar 3,35% dan 8,36%.

Kodrat menjelaskan perusahaan seperti PT GO-JEK Indonesia yang membuka layanan GO-PAY patut mendapat apresiasi. Hal itu karena perusahaan penyedia layanan aplikasi tersebut ikut mensukseskan program cashless society yang terus didorong pemerintah.

“Kalau perlu lembaga pemerintah meniru, sebab bisa meminimalisir penyelewengan karena semua tercatat jelas,” kata dia.

Sebelumnya, GO-JEK melalui layanan GO-PAY menyediakan fitur baru berupa layanan transfer saldo dan penarikan uang tunai. Fitur itu diyakini bakal membuat transaksi masyarakat semakin mudah dan nyaman. CEO dan Founder GO-JEK Indonesia, Nadiem Makarim, mengatakan fitur baru itu juga membuktikan komitmen GO-JEK dalam mendukung program inklusi keuangan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Fintech Diproyeksikan...
Fintech Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi pada 2026
Laporan AMS 2025–2026...
Laporan AMS 2025–2026 AFTECH Petakan Lima Transisi Fintech Indonesia
Fenomena Equity Crowdfunding...
Fenomena Equity Crowdfunding Meningkat, LandX Siapkan Beragam Strategi
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Berita Terkini
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
10 menit yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
57 menit yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
57 menit yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
1 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
1 jam yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
2 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved