Tren Cadangan Devisa RI Diperkirakan Bakal Terus Meningkat
Selasa, 09 Mei 2017 - 03:12 WIB
Tren Cadangan Devisa RI Diperkirakan Bakal Terus Meningkat
A
A
A
JAKARTA - Cadangan devisa (Cadev) Indonesia diperkirakan oleh Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal masih akan berada dalam tren peningkatan seiring dengan perbaikan kinerja ekspor-impor. Disamping itu peningkatan jumlah wisatawan asing juga berkontribusi signifikan terhadap kenaikan cadev.
"Ekspor kita tumbuh 8% di kuartal pertama lebih banyak didorong perbaikan harga komoditas yang jadi andalan eskpor kita," terang Mohammad Faisal saat dihubungi di Jakarta.
(Baca Juga: Cadangan Devisa RI April 2017 Naik Menjadi USD123,2 Miliar )
Sementara itu, trend cadev masih akan melonjak selama kinerja ekspor terus membaik dan selama nilai tukar rupiah masih terkendali. "Namun volatilitas rupiah masih tetap ada risiko terhadap kemungkinan external shock," papar dia
Dihubungi terpisah, Ekonom Indef Eko Listyanto menuturkan, faktor pendorong peningkatan cadangan devisa masih terkait dana masuk hasil repatriasi program pengampunan pajak atau tax amnesty. Selain itu ekspor yang lebih tinggi dari impor (surplus perdagangan), termasuk dari ekspor minyak dan gas bumi (migas).
Dia menambahkan, trend cadev masih akan menguat seiring penundaan atau review kembali Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias the Fed terkait rencana kenaikan FFR akibat pertumbuhan ekonomi AS yang melemah di kuartal I 2017. Namun menurutnya perlu mewaspadai peningkatan impor jelang ramadan dan lebaran agar impor tidak menggerus devisa.
"Akan tetapi faktor harga minyak juga penting seiring meningkatnya ketegangan AS dan Korea Utara," katanya.
"Ekspor kita tumbuh 8% di kuartal pertama lebih banyak didorong perbaikan harga komoditas yang jadi andalan eskpor kita," terang Mohammad Faisal saat dihubungi di Jakarta.
(Baca Juga: Cadangan Devisa RI April 2017 Naik Menjadi USD123,2 Miliar )
Sementara itu, trend cadev masih akan melonjak selama kinerja ekspor terus membaik dan selama nilai tukar rupiah masih terkendali. "Namun volatilitas rupiah masih tetap ada risiko terhadap kemungkinan external shock," papar dia
Dihubungi terpisah, Ekonom Indef Eko Listyanto menuturkan, faktor pendorong peningkatan cadangan devisa masih terkait dana masuk hasil repatriasi program pengampunan pajak atau tax amnesty. Selain itu ekspor yang lebih tinggi dari impor (surplus perdagangan), termasuk dari ekspor minyak dan gas bumi (migas).
Dia menambahkan, trend cadev masih akan menguat seiring penundaan atau review kembali Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias the Fed terkait rencana kenaikan FFR akibat pertumbuhan ekonomi AS yang melemah di kuartal I 2017. Namun menurutnya perlu mewaspadai peningkatan impor jelang ramadan dan lebaran agar impor tidak menggerus devisa.
"Akan tetapi faktor harga minyak juga penting seiring meningkatnya ketegangan AS dan Korea Utara," katanya.
(akr)
Lihat Juga :